Taruna Wilis Bagian Penting Penegakan Empat Pilar Kebangsaan

  • Whatsapp

Nganjuk – Warisan terbaik para pendiri bangsa adalah politik harapan (politics of hope). Republik ini berdiri di atas tiang harapan yaitu kemerdekaan,persatuan, kedaulatan, keadilan dan kemakmuran. Jika kita kehilangan harapan, kita kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia. Harapan yang positif bukanlah khayalan kosong, melainkan harapan yang berjejak pada visi yang diperjuangkan hingga menjadi kenyataan.

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Abdul Hakim Bafagih menyampaikan hal itu dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Indonesia yang digelar MPR RI bersama Paguyuban Sadar Wisata Taruna Wilis Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Jumat (09/03/2021)

Muat Lebih

Menurutnya, harapan tanpa visi bisa membawa kesesatan. Maka upaya menyemai politik harapan harus memperkuat kembali visi yang mempertimbangkan warisan baik masa lalu, peluang masa kini, dan keampuhannya mengantisipasi masa depan.

“Karenanya, penggalian kembali nilai-nilai luhur Pancasila dan formulasi empat pilar kebangsaan dengan mempertimbangkan rasionalitas dan aktualitas dalam mengatasi masalah kekinian adalah cara tepat untuk mentransformasikan kelemahan menjadi harapan,” ungkap Hakim di hadapan ratusan Taruna Wilis yang menghadiri sosialisasi tersebut.

Sementara itu, Ade Kurniawan perwakilan Taruna Wilis Kabupaten Nganjuk mengatakan, Taruna Wilis adalah Paguyuban sadar wisata yang ikut berperan dalam mencerdaskan masyarakayat dari bidang wisata, dari sini kita bisa memperjuangkan hak-hak kita agar sesuai dengan apa yang ada dalam pilar-pilar kebangsaan, jelasnya.

Mengakhiri sosialisasi, Hakim Bafagih mengingatkan agar penegakan empat pilar kebangsaan disesuaikan dengan zaman. Bukan hanya dalam bentuk formalitas tapi bagaimana menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. “Nilai semangat pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, maupun Bhinneka Tunggal Ika harus betul-betul dijaga dalam rangka mewujudkan Indonesia yang berakhlaq dan berkemajuan,” pungkasnya.

Pos terkait