Farkhan Evendi: Utak-atik RUU HIP, Pemerintah Permainkan Rakyat Ditengah Krisis

  • Whatsapp

Jakarta – Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI) Farkhan Evendi menyebut bahwa upaya pemerintah masih mengutak atik RUU HIP termasuk dengan mengganti judul atau baju dengan Pembinaan Ideologi Pancasila dinilai sama halnya dengan mempermainkan dan bersikap kurang ajar ditengah rakyat yang masih sibuk melawan Covid-19.

“Jangan sampai Pancasila kembali dijadikan alat untuk memerusakan, kita sudah pernah punya sejarah kelam tentang itu dan jangan sampai terulang kembali,” ujar Farkhan Evendi

Muat Lebih

Sebagai sayap Partai Demokrat, BMI menilai upaya perlawanan terhadap RUU HIP adalah sebagai upaya menjaga eksistensi NKRI secara menyeluruh. Sebagai generasi penerus, tugas kita adalah menjaga Pancasila secara bersama-sama bukan malah menguasai seolah-olah milik kelompok tertentu.

Sia-sia segala rekonsiliasi pasca pemilu kalau RUU ini tetap dipaksakan. Setelah sebelumnya pemerintah membuat polemik besar yaitu RUU KPK beberapa bulan lalu.

“Seharusnya pemerintah utamanya DPR yang masih ngotot meloloskan RUU ini juga sadar dan memahami situasi, untuk segara keluar dari krisis kita butuh stabilitas sosial dan polituk,”ujar Farkhan Evendi

Apalagi jika melihat, kata Farkhan RUU HIP ini mendapat penolakan dari dua ormas besar yang selama ini menjadi basis terbesar masyarakat sipil yaitu NU dan Muhammadiyah.

“Kalau NU dan Muhammadiyah sudah bereaksi, ditambah MUI, berarti tinggal segelintir yang berada di Pendukung pemerintah terutama menyangkut RUU HIP. Pemerintah harusnya sadar, melalui ormas dan lembaga inilah sebenarnya stabilitas sosial dan politik bisa terjaga. Kalau masih ga paham, saya khawatir jangan-jangan pemerintah sekarang berjalan dengan gerbong kosong,” tambah Farkhan.

Pos terkait