Tidak Ada Larangan Bagi Jamaah Indonesia untuk Berkunjung ke Masjidil Aqsho

  • Whatsapp

Jakarta – Ketua Umum Forum Travel Partner Indonesia (FTPI) H. Edy Hamdi, SA menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada pelarangan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk melakukan ziarah ke Masjidil Aqsho, hal ini menyusul beredarnya informasi tentang dilarangnya berziarah ke Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsho.

“Kami ingatkan bahwa bagi orang-orang yang melaksanakan perjalanan ke Yerussalem bahwa Yerussalem dibawah kontrol daripada pemerintah Israel sehingga yang kita pegang adalah info dari pemerintah Israel tidak melarang WNI ke sana.. Memang ada beberapa negara yang dilarang oleh pemerintah Israel yaitu spanyol, Jerman , Swiss dan Prancis. Mereka yang masuk ke Israel akan di karantina selama 14 hari. Namun demikian tidak berlaku bagi negara-negara yang tidak disebutkan tadi,” ucap H. Edy Hamdi di sela-sela acara rutin mingguan anggota FTPI di Jakarta.

Muat Lebih

Namun demikian, lanjutnya, ada beberapa kota yang dilarang untuk dikunjungi oleh pemerintah Israel saat ini, yaitu Jeriko, Betlehem, Ramallah, Kolabres dan hebron, adapun untuk ke Masjidil Aqsho sendiri atau kota Yerussalem belum ada larangan sampai dengan detik ini.

“Adapun masjid dan gereja yg dilarang saat ini adalah salah satu masjid dan gereja yang ada di kota Betlehem. Oleh karena itu, teman-teman dari travel agen yang selalu mengedukasi ke Masjidil Aqsho tidak harus khawatir karena sampai detik ini informasi yang kami terima langsung dari Yerussalem bahwa berkunjung ke Masjidil Aqsho masih terbuka untuk umum,” tuturnya.

FTPI yang memiliki anggota 150 travel memang sangat aktif mengedukasi dan membuka paket ziarah Aqsho, sehingga dengan adanya isu soal penutupan ziarah ke Masjidil Aqsho tentu sangat meresahkan para pemilik travel dan para jamaah yang akan berkunjung ke sana.

Pos terkait