Dukungan Militan KORELANU Mensukseskan Program Kerja Nasional Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019-2024

  • Whatsapp

Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Prof. KH. Mar’uf Amin periode II mempunyai 32 Program prioritas yang dijanjikan pada saat kampanye dan harus di tuntaskan oleh Presiden Jokowi sebagai bentuk janji utangnya kepada rakyat indonesia, yang mana lebih menitik beratkan pada UMKM kreatif, Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, IT digital 4.0 millenial, & revolusi mental demi membangung Indonesia yang lebih maju.

Dalam 100 hari kerja Kabinet Indonesia Maju merupakan titik awal keseriusan para kabinet bekerja sesuai dengan arahan visi misi Presiden Jokowi yang telah dijabarkan dan ditetapkan pada saat pelantikan pembantu Presiden Jokowi. KORELANU (Koalisi Relawan Nusantara) mengamini hal tersebut sebagai suatu tugas yang akan dikerjakan oleh Bapak Jokowi. KORELANU merasa siap mengawal, mendampingi serta mengawasi program kerja prioritas tersebut seperti janji Presiden Jokowi saat pilpres harus dituntaskan dan tepat sasaran. Oleh karena saat ini titik berat tugas Presiden Jokowi juga mengawasi para pembantunya (Menteri) agar bisa mensukseskan target program kerja Nawacitanya.

Muat Lebih

Korelanu telah bersilahturahmi dan berdiskusi dengan pihak Kantor Staff Presiden (KSP –RI) pada hari rabu 26 Januari 2020 bertempat dikantor KSP, dalam hal ini di wakili oleh Deputy 4 KSP, yang menghasilkan bahwasanya janji saat pilpres harus ditepati, ada beberapa hal yang sangat menarik dalam pembahasan, yaitu 32 program kerja Presiden Ir. Joko Widodo, dimana program kerja tersebut menjadi acuan dasar pergerakan program kerja pemerintahan periode II (2019 – 2024) yang sedang dikerjakan hingga saat sekarang ini.

Seusai audiensi dengan KSP, KORELANU menggaris bawahi keinginan Presiden Jokowi adalah mengimplementasikan dan mengerjakan dengan nyata hasil sesuai dengan janji – janji politik beliau pada masa kampanye pilpres 2019 – 2024. Hal ini bukanlah perkara sulit bilamana pemerintah dan masyarakat bersatu dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik kedepannya. Aksi Relawan tidak berhenti hanya sampai di pilpres ataupun setelah usai pilpres, tapi selalu siap membantu serta menjembatani antara pemerintah dengan masyarakat dan begitu pula sebaliknya, dalam tugas ini para relawan pun siap menyentuh lini bawah sebagai partner pemerintah mensukseskan programnya.

Walaupun saat sekarang ini selepas usainya pilpres banyak juga relawan atau organ relawan yang menjadi kurang aktif lagi, namun hal ini tak menjadikan KORELANU mundur, malah menjadi lebih bersemangat membantu Presiden Jokowi dengan tulus, agar kedepan harapan program kerja Bapak Presiden Jokowi dapat tuntas terbayarkan lunas.

KORELANU berpendapat bahwa agar sinergi program kerja Presiden Jokowi dapat terwujud secara berkala dengan mengambil inisiatif tindakan bekerja sama dalam mewujudkannya, supaya 32 program kerja Presiden Joko Widodo memiliki efek domino positif dan bernilai terhadap tatanan kehidupan rakyat Indonesia. Namun dalam hal kedepan tentu akan ada tantangan baru baik langsung maupun tidak langsung dalam menuntaskan 32 program kerja Presiden Joko Widodo hingga saat akhir jabatannya pada tahun 2024, KORELANU dirasa perlu dan siap selalu mendampingi serta mendukung Presiden Joko Widodo kedepannya, sebagai partner kerja yang professional, akuntabel, berintegritas penuh dan dapat diandalkan oleh Predien Ir. Joko Widodo.

Kordinator KORELANU Vanesa yang juga Ketum FORBES SEMATTA sangat berharap program yang merupakan janji saat kampanye harus segera di tuntaskan dengan mengikutsertakan para relawan yg telah mengkampanyekan program tersebut saat Pilpres.

Dimana kehadiran relawan saat itu sebagai corong aspirasi dan sosialisasi saat ini harus hadir sebagai pengawal dan pendamping program tsb aga sampai di masyarakat. Bahkan relawan siap menjadi pengawas dri program tersebut agar tepat sasaran…atau bahkan siap dan sanggup menjadi pengawas juga apabila program tersebut zonk..!! Bagaimana mekanismenya kita serahkan pada KSP. (FPRN).

Pos terkait