Mengembangkan Motif Batik Gerbang Wareng Sebagai Identitas Kabupaten Tangerang

  • Whatsapp

Kabupaten Tangerang sebagai produsen batik memang masih belum terdengar secara nasional. Bicara batik tentu tidak lepas pusat batik seperti Jogja, Solo, Pekalongan atau Cirebon. Bicara batik sebetulnya hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki ciri tertentu. Batik Solo memiliki corak dan pola tradisional batik dalam proses cap dan dalam batik tulisnya. Ciri khas khas batik Solo, antara lain : memiliki warna dominan cokelat soga kekuningan, memiliki ciri khas geometris pada batiknya dan menggunakan ukuran motif yang kecil, atau istilahnya Truntum. Motif yang mengandung unsur agama juga terdapat padsa motif khas batik Solo. Semisal motif naga, burung garuda, serta sawat yang merupakan simbol agama Hindu. Untuk hal pewarnaan, batik Solo lebih didominasi warna hitam atau kecoklatan. Meskipun menggunakan warna putih tetap saja warna kecoklatan mendominasi pada setiap motif batik.


Bicara batik tak bisa lepas dari batik Pekalongan. Batik pekalongan merupakan salah satu jenis batik yang cukup banyak diminati oleh mereka pecinta batik. Jika berkunjung ke Pekalongan, kita melihat banyaknya pengrajin batik yang menjadi salah satu matah pencaharian di daerah Pekalongan. Adapun beberapa ciri khas batik Pekalongan antara lain adalah sebagai berikut mayoritas bermotif bunga, motif dipenuhi dengan garis dan titik, memiliki warna yang cerah, memiliki motif khas keturunan Tiongkok dan memiliki motif jlamprang, yakni motif titik dengan bentuk yang geometris. Motif ini merupakan kumpulan titik yang dibuat berbentuk seperti motif yang serupa dari ujung hingga keujung yang lainnya. Motif ini juga menggunakan motif cerah dan biasanya menggabungkan antara satu warna dan warna cerah lainnya.

Muat Lebih


Kabupaten Tangerang setidaknya memiliki 2 motif batik yaitu wareng atau yang sering disebut gerbang wareng dan kacang. Kedua motif batik tersebut memiliki warna dengan nuansa gelap dan motif diagonal. Dua batik ini memiliki filosofi yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat yang menetap di Kabupaten Tangerang. Kacang yang merupakan tanaman yang kerap kali ditemui pada tiap halaman rumah di Kabupaten Tangerang yang kebetulan memiliki jenis tanah yang gembur, sehingga motif kacang menjadi ciri khas. Istilah wareng berarti galak. Biasa disematkan pada ayam jantan. Ayam wareng atau ayam galak juga menjadi bagian dari Kabupaten Tangerang yang dulunya suka mengadu ayam. Maka muncullah motif gerbang wareng.


Dalam rangka mengembangkan batik lokal Kabupaten Tangerang, Gerai Tangerang Gemilang (GTG) sebagai pusat pengembangan industri kecil mikro dan menengah mengadakan kegiatan Brand Ambassador berbasis masyarakat. Konsepnya adalah mengajak masyarakat dari 5 tingkatan umur untuk mengenakan batik motif gerbang wareng. Masyarakat yang terbagi pada kelas TK, SD, SLTP, SLTA dan umum diajak untuk membeli bahan batik dengan motif gerbang wareng di GTG. Bahan batik tersebut lalu dijahit dengan model dan pola sesuai dengan kreatifitas masyarakat. Dengan pola seperti ini maka perajin batik dan penjahit akan lebih terberdaya.
Pakaian batik yang sudah dibuat lalu dipakai dan difoto dengan lokasi foto Gerai Tangerang Gemilang (GTG), untuk kemudian dishare dan tag ke akun instagram @geraitangerang. Pemenang kontes ajang Brand Ambassador ini adalah jumlah like terbanyak dan beberapa penilaiain partisipasi pengelola GTG. Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Koperasi Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) sebagai operator GTG menyampaikan bahwa Kabupaten Tangerang harus memiliki batik yang dikenal luas secara nasional, tetapi harus juga dimengerti oleh masyarakat Kabupaten Tangerang sendiri. Hal ini selaras dengan konsepsi koperasi yang harus berasal dari, oleh dan untuk masyarakat Kabupaten Tangerang.


“Sebagai pintu masuk kami mengajak generasi muda berprestasi yang tergabung dalam Kang Nong Kabupaten Tangerang sebagai duta wisata Kabupaten Tangerang untuk memeriahkan acara ini, Kami bersyukur mereka sangat antusias terlibat pada program Brand Ambassador Batik gerbang wareng. Program ini kami tutup sampai tanggal 31 Maret 2020”, ujar Kamaruddin Batubara sambil menutup pembicaraan.

Pos terkait