FTPI Lakukan Learning Destination Halal Tour ke Amerika

  • Whatsapp

Jakarta — Forum Travel Partner Indonesia (FTPI) melakukan Learning Destination Halal Tour ke Amerika, 23 Oktober – 6 November 2019. Ini merupakan rangkaian kegiatan FTPI yang selama ini memiliki jargon ‘Satu Jiwa Jelajah dunia’. Learning Destination Halal Tour ini diassits oleh Hasby M. Hasyim sebagai Dewan Pengawas FTPI yang juga Certified Travel Consultant BNSP-RI.

Sebanyak 25 owner travel yang merupakan member FTPI mengikuti perjalanan tersebut. Trip Halal Tour FTPI mengunjungi beberapa negara bagian, mulai dari Los Angeles (LA), Washington DC, Niagara, New York, Las Vegas dan San Fransisco.

Muat Lebih

Dalam perjalanan ke Amerika tersebut, Hasby menjelaskan, para member akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah atau tempat yang menjadi icon di wilayah tersebut. Seperti di California misalnya, member FTPI mengunjungi Islamic Centre of Southern California, Santa Monica.

Saat Berada di Islamic Center of Southern California

Saat di Los Angeles atau kota yang dijuluki City of Angeles, member FTPI mengunjungi Holywood Walk Of Fame, dimana sepanjang jalan terdapat banyak nama seleb dunia terukir di bintang.

Los Angeles dikenal sebagai kota metropolitan terpadat di dunia, Los Angeles juga merupakan pusat dunia bisnis, perdangan internasional, hiburan, budaya, media, fashion hingga ilmu pengetahuan.

“Sepanjang jalan terdapat nama nama seleb dunia di marmer lantai, kecuali Muhammad Ali, karena berisi nama Muhammad, beliau minta namanya tidak di lantai, ini satu-satunya yang di tempel di dinding,” ucap Hasby melalui pesan WhatsApp kepada Siaranindonesia.com.

Saat di Washington DC, member FTPI mengunjungi The White House, yaitu rumah dinas Presiden AS. Mengunjungi Islamic Centre Washington DC dan mengunjungi KBRI Washington DC.

“Alhamdulillah saat ini kami mengunjungi Masjid AlFalah di kota Philadelphia, Pennsylvania USA dalam perjalanan ke Niagara, dan lusanya kami lanjut ke New York,” papar Hasby.

“Kota Philadelphia terkenal sebagai sanctuary city, karena sangat ramah terhadap imigran, tradisinya pejabat kota tidak mempermasalah legalitas para migran ke Otoritas Imigrasi Federal sebagai aturan kewarganegaraan USA,” tutup Hasby.

Pos terkait