FTPI Bentuk Para Anggota Mandiri dan Matang

  • Whatsapp

Jakarta – Forum Travel Partner Indonesia (FTPI) yang berdiri sejak tahun 2013 telah banyak berkontribusi terhadap perkembangan bisnis pariwisata serta mencetak anggota yang mandiri dan profesional. Berawal dari 40 anggota yang terdiri dari travel agen, dalam perjalananya FTPI semakin banyak dilirik oleh travel agen lain, sehingga kini FTPI telah memiliki 90 lebih anggota yang ‘bermain’ di umrah, haji dan wisata muslim.

Sejak berdiri, FTPI yang memiliki motto “Satu Jiwa Jelajah Dunia” terus mengembangkan program famtrip dan edukasi bagi para anggota. Berbagai destinasi pun telah banyak dikunjungi mulai antar negara hingga antar benua.

Muat Lebih

Dalam rangka memperingati ulang tahun FTPI yang ke-6, FTPI pun menggelar famtrip ke Balkan dengan mengunjungi enam negara yaitu Kroasia, Albania, Macedonia, Bosnia, Montenegro dan Yunani.

Ketua Umum FTPI Edy Hamdi menjelaskan, Balkan merupakan destinasi baru yang akan dikunjungi FTPI. Dari segi sejarah, Balkan memiliki sejarah peradaban Islam yang sangat menarik untuk dikunjungi dan bahkan menyaksikan langsung peninggalan sejarah peradaban Islam yang ada di sana.

“Balkan punya daya tarik, di sana banyak negara pecahan Kerajaan Ottoman (Turki Utsmani). Saat ini nilai-nilai Islam masih kental disana. Ottoman itu kerajaan pada masa Kekhalifahan Utsmani yang terakhir. Jadi setelah Utsmani g ada khalifah lagi,” ucap Edy Hamdi saat ditemui media di Kantor FTPI, Tebet, Jakarta Selatan.

Edy mengatakan, selama dirinya menjabat sebagai ketua umum selama dua periode ini, ia menekankan rasa kekeluargaan di dalam organisasi sehingga diharapkan mampu membendung arus persaingan antar anggota dalam menjual paket.

“Saya ngukurnya orang yang mau ke luar negeri itu banyak, satu tahun 7 juta lebih, diluar umrah haji. Jadi wisata ini kan merupakan kebutuhan manusia, jadi saya rasa terjun di pariwisata tidak akan pernah mati,”ucap Edy.

Selain itu, ia juga mengaku jika selama ini FTPI telah mencetak kader-kader supaya mengetahui destinasi-destinasi sehingga lebih mandiri dan siap menjalankan usaha dengan matang. “Saya sendiri tidak merasa disaingin, tapi ilmu saya bisa berkembang ke mereka dan mereka bisa mengembangkan sendiri. Kalau saya hitung 40 persen member FTPI sudah mandiri,”jelasnya.

Selama dua periode menjabat, ia menjelaskan pencapaian sebagai ketua umum FTPI selama masa kerja dalam enam tahun ini.

“Menurut saya periode pertama adalah edukasi, kita banyak famtrip 2013-2016 itu isinya famtrip edukasi terhadap member. Tahun 2016-2019 ini sudah tidak ada famtrip lagi, para anggota sudah bisa, contohnya kita lihat jalur Aqsho, sudah memasyarakat. Kemudian Maroko, Spanyol, Cina dan Turki. Alhamdulillah di beberapa travel agen sekarang sudah mandiri, bisa bawa sendiri,” lanjut Edy.

Lebih lanjut, Edy menjelaskan bahwa anggota FTPI atau member FTPI sudah memiliki spesialis tersendiri dalam menyuguhkan destinasi. Misalkan spesialis Korea, spesialis Jepang, spesialis Eropa Barat, Eropa Timur, Aqsho, Mesir dan lainnya.

“Yang belum ada yaitu spesialis Irak, Suria dan Libanon. Kita pengin ada member yang spesialis kesana. FTPI harus punya spesialisasi ke seluruh dunia,” harapnya.

Pos terkait