FTPI dan LSP Pramindo Gelar Sertifikasi Tour Leader

  • Whatsapp

Jakarta – Forum Travel Partner Indonesia (FTPI) bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pramindo menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Tour Leader di Hotel Sofyan Tebet, Jakarta Selatan, 20-22 September 2019. Kegiatan ini merupakan agenda rutin FTPI dalam rangka menyiapkan tour leader umrah dan wisata umum untuk memperoleh Lisensi.

Dewan Kehormatan FTPI Hasby Mauriza menjelaskan, pelatihan dan sertifikasi tour leader ini merupakan fasilitasi FTPI bagi para anggota untuk memperoleh lisensi atau sertifikat sebagai tour leader umrah dan wisata umum.

Muat Lebih

“Kegiatannya selama tiga hari, dua hari untuk pemantapan dan satu hari untuk asismen atau ujian untuk mendapatkan lisensi,” jelas Hasby di lokasi acara.

Hasby mengatakan, sejak adanya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) setiap profesi harus mempunyai sertifikasi, termasuk dalam bidang pariwisata. “Contoh untuk tenaga kesehatan, namanya dokter atau bidan untuk bermain di mancanegara mereka harus punya lisensi. Begitu juga pariwisata dimana para tour leader membawa group-group umrah atau wisatawan,” ucapnya.

Menurut Hasby, FTPI merupakan pelopor sertifikasi untuk tour leader, ini merupakan angkatan ke-12 dan FTPI telah melahirkan 300 lebih tour leader.

“Setiap tahun kita adakan sekali, pernah juga setahun kita adakan dua kali,” jelas Hasby.

Lebih lanjut, Hasby bercerita bahwa untuk melakukan sertifikasi ini, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menunjuk LSP yang khusus berhubungan dengan bidangnya. Kalau bidang pariwisata, tour leader, lokal guide, tour guide adalah Pramindo.

Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi ini, Hasby berharap wisata halal di Indonesia semakin berkembang, dengan begitu pengusaha-pengusaha travel umrah terbuka wawasannya tidak sekedar menggantungkan usaha pada umrah.

“Ditengah-tengah berbagai peraturan umrah yang berubah-ubah harusnya temen-temen travel umrah ini mulai bergeser menyiapkan kunjungan ke tempat lain, seperti Aqsho dan lainnya. Itu memang tidak mudah, kuncinya adalah kompeten, mudah-mudahan ini inspirasi bagi pengembangan alternatif untuk wisata muslim selain umrah,” pungkas Hasby.

Pos terkait