Seputar Jakarta

Ketum FTPI Nilai Uzbekistan Akan Menjadi Kunjungan Wisata yang Menarik

  • Reporter:
  • Kamis, 4 Juli 2019 | 10:07
  • / 1 Djulqa'dah 1440
Ketum FTPI Nilai Uzbekistan Akan Menjadi Kunjungan Wisata yang Menarik

Jakarta – Uzbekistan adalah sebuah negara antar benua yang terletak sebagian di Asia Tengah dan Eropa Timur yang sebelumnya merupakan bagian dari negara Uni Soviet. Negara dengan wilayah yang terkurung daratan ini berbatasan dengan Kazakhstan di sebelah barat dan utara, Kirgistan dan Tajikistan di timur dan Afghanistan dan Turkmenistan di selatan.

Berbicara tentang Uzbekistan memang tak lepas dari sejarah peradaban Islam. Di Uzbekistan jumlah populasi muslim mencapai 97 persen. Di negara pecahan Uni Soviet ini juga banyak terdapat tokoh-tokoh Islam yang memiliki kiprah besar terhadap perkembangan Islam.

Menurut Ketua Umum Forum Travel Partner Indonesia (FTPI) Edy Hamdi, Uzbekistan juga merupakan negara yang banyak berkaitan erat dengan Indonesia, khusunya Imam Bukhori yang merupakan perawi hadis yang sangat terkenal.

“Ketika Presiden Soekarno pada tahun 1961 diundang oleh Presiden Rusia Nikita S. Khrushchev untuk datang ke Uni Soviet, Soekarno meminta Presiden Rusia untuk mencari makam Imam Bukhori. Setelah dicari ternyata ketemu di Samarkhan, lebih hebatnya lagi orang sana tahunya itu adalah penemuan Soekarno , sehingga orang Uzbekistan sangat ramah terhadap orang Indonesia,” jelas Edy Hamdy kepada media Rindu Kabah di kantor Satriani Tour and Travel, Selasa (2/7/2019).

Selain Imam Bukhori, Uzbekistan juga memiliki perawi hadis yang juga sangat terkenal yaitu Imam Tarmidzi yang ada di kota Tirmiz, Uzbekistan. Di Uzbekistan juga ada Nabi Daniel, ada Hasan Almuturidi yang merupakan seorang teolog islam zaman dulu, dan banyak wali-wali disana.

Selain itu, Edy Hamdi juga menceritakan sejarah kepahlawanan Timur Lenk yang terkenal pada abad ke-14, yaitu seorang penakluk dan penguasa Islam Sunni keturunan Turki-Mongol.

“Timur lenk ada di kota Tasken, kuburannya ada di Samarkhan, jaraknya sekitar 4 jam, kalau naik kereta bisa ditempuh 2 jam. Timur Lenk nikah sama cucunya Jengis Khan. Jadi sejarah Uzbekistan tidak lepas dari Timur Lenk,” jelas Pria kelahiran Kairo, Mesir, 59 tahun silam.

Lebih menariknya lagi, lanjut Edy, di Uzbekistan para pengunjung dapat melihat langsung jalur sutra Eropa dengan Cina yang membentang melewati Bukhoro dan Samarkhan. Dengan banyakya sejarah dan tempat yang menarik untuk dikunjungi, Edy meyakini Uzbekistan akan menjadi destinasi yang akan semarak dikunjungi sebagaimana perjuangan Edy yang sudah puluhan tahun ini mensyiarkan Aqsho hingga sekarang menjadi negara yang banyak dikunjungi umat Islam Indonesia.

“Dulu saya tahun 1994 pengin Indonesia datang ke sana dan terjadi sekarang banyak orang Indonesia datang ke sana. Uzbekistan juga harus begitu, tinggal nanti travel meramunya bagaimana, apakah Uzbekistan saja atau Uzbekistan dengan Rusia, Rusia peninggalannya tidak ada yang fenomenal tapi bisa lihat bahwa komunis itu tidak ada meski Rusia adalah negara komunis,” papar Edy.

Selain masyarakatnya yang ramah-ramah, Uzbekistan juga terkenal dengan paras wanitanya yang cantik-cantik karena berasal dari perpaduan antara Eropa dan Asia.

“Prediksi saya tahun 2020 pengunjung ke Uzbek akan membludak, kenapa? karena sekarang penerbangan Jakarta –Tasken sudah direct sejak Mei kemaren dan seminggu dua kali. Saya pikir itu sangat mendukung wisatawan Indonesia,” ucap Edy.

Meski demikian, Edy mengingatkan bahwa melakukan perjalanan wisata ke Uzbekistan harus memilih waktu yang tepat karena di Rusia memiliki musim panas, musim gugur dan musim dingin.“Saat musim panas, Sholat Maghrib itu jam 10 malam, Isya jam 11, dan subuh jam 2 lewat sepuluh. Bisa dibayangkan siangnya lama sekali kan,” ucap Edy.

Untuk wisatawan Indonesia yang akan berkunjung ke Uzbekistan maupun ke Rusia, Edy menyarankan bisa dimulai pada bulan September sampai menjelang November karena bulan Desember, Januari sampai Maret, Rusia sedang musim dingin. Lalu pada bulan April dan Mei juga cocok untuk wisatawan Indonesia.

“Rusia adalah kota terbesar Eropa, pemandangannya bagus, pembangunannya kuno. Kalau di Rusia jangan lewatkan naik metro bawah tanah, kalau di kita namanya MRT. Adanya 100 meter dibawah tanah,” pungkas Edy.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional