Seputar Jakarta

Talk Show di Cerebon Serukan Ukhuwah Wathoniyah Usai Pemilu

  • Reporter:
  • Senin, 27 Mei 2019 | 02:08
  • / 22 Ramadhan 1440
Talk Show di Cerebon Serukan Ukhuwah Wathoniyah Usai Pemilu

CIREBON – Dalam rangka menjaga persaudaraan paska pemilu, DEMA IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Talk Show dengan tema “Menguatkan Ukhuwah Wathoniyah Pasca Pemilu Serentak”. Acara yang dikemas dengan buka bersama (Bukber) ini dimulai pukul 15.00 WIB di Saung Perjuangan, Cirebon pada Minggu, 25 Mei 2019.

Talk Show kali ini menghadirkan Narasumber dari Akademisi IAIN Syekh Nurjati  M. Sofi Mubarok, FAMM Indonesia Alifatul Arifiati. Hadir pada acara ini 50 peserta yang terdiri dari Mahasisawa DEMA dan HMJ IAIN SYEKH NURJATI, serta masyarakat Umum.

Alifatul Arifiati yang merupakan aktivis pendidikan menegaskan bahwa pemilu bagian dari kedaulatan. Namun, menurutnya, kenyataannya pemilu diwarnai dengan beberapa hal seperti money polik, hoakx berita bohong isu sara.

“Politik identitas tahun ini semanakin menguat. Karena orang-orang dalam memilih hal utama yang diperhatikan adalah identitasnya, golonganya, seperti agama. Peserta pemilu menonjilkan identitasnya dalam berkampanye, sehingga tak heran jika makin banyak ustad baru dan jilbab baru (atribut keagamaan) dan ini sangat kental selama pemilu ini,” tegas Arifiati.

Ia menambahkan, adanya jumlah petugas pemilu yang meninggal tidak bisa dibandingkan dengan keabsahan pemilu karena keduanya berbeda frekuensi. Dimana, dari beberapa presrilis yang beredar dari komnas ham, persoalanya adalah pada kekurangan panitia pemilu.

“Perekrutan panitia pemilu baik PPS, PPK tidak di sebutkan secara detail usia (batasan). Harusnya, hal ini di perhatikan karena menigingat waktu yanglumayan panjang untuk penyelesaian pemilu. Lima kertas suara mengakibatkan kerja yang begitu berat,” imbuh Arifiati.

Sementara, Kordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) M. Sofi Mubarok mengatakan, pemilu 2019 dalam perjalannya ada beberapa hal yng kurang. Menurutnya, semua peserta politik hari ini memperebutkan politik identidasnya dengan menjadi calon paling dekat dengan Tuhan dan paling suci.

“Dan ini berbahaya bagi NKRI. Indonesia harusnya berbangga menjadi negara daripada negara timur tengah. Karena Indonesia mampu mengadvokasikan undang-undang tanpa mencampurkan keagamaan,” kata Sofi.

Sofi juga menambahkan, setiap kecurangan yang dituduhkan harusnya mampu dibuktikan dengan konkrit. “Bukan hanya menyertakan link bertita yang  masih dipertanyakan keabsahanya,” pungkas Sofi.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional