Seputar Jakarta

HIMPUH Perjuangkan Kembalinya Hak 7 Maktab Haji Khusus Indonesia

  • Reporter:
  • Minggu, 3 Maret 2019 | 11:58
  • / 25 Jumadil Akhir 1440
HIMPUH Perjuangkan Kembalinya Hak 7 Maktab Haji Khusus Indonesia
Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH)  melakukan rapat pada Kamis, 21 Februari 2019. Rapat anggota penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) HIMPUH ini berlangsung di Hotel 678 Cawang, Jakarta Timur.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah agenda penting terkait persiapan haji 2019. Salah satu yang menjadi perbincangan hangat di forum adalah mengenai .
“Dalam rapat tersebut Ketua Umum HIMPUH Bapak Baluki Ahmad mohon kepada Kementerian Agama untuk ikut memperjuangkan supaya maktab haji plus atau haji khusus Indonesia tetap mendapatkan 7 maktab di tempat yang dekat dengan pelemparan jumrah,” kata
Kepala Bidang Haji HIMPUH (Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji) Muhammad Wahyudi kepada tim media Rindu Kabah, belum lama ini.
Menurut Wahyu, selama tiga atau empat tahun terakhir ada pengurangan 20 persen  maktab-maktab yang menjadi hak jamaah haji khusus Indonesia. Pengurangan mantan yang menjadi hak jemaah haji khusus Indonesia dimasuki oleh jamaah haji terutama dari Malaysia.
“Dulu mereka masuk ke wilayah haji reguler, sekarang mereka masuk ke wilayah haji khusus, begitu juga Singapura dan Brunei,” tambah Wahyu.
Untuk itu, HIMPUH sangat berharap kepada Kementerian Agama bisa memperjuangkan hak tujuh maktab milik jamaah haji khusus Indonesia. HIMPUH yang tergabung dalam Permusyawaratan Antar Syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) juga akan datang ke Saudi untuk meminta kepada Kementerian Haji Saudi agar mengembalikan hak 7 maktab milik jamaah haji khusus Indonesia kepada jamaah haji khusus Indonesia dan tidak diberikan kepada Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam atau yang lainnya.
“Jadi ini menjadi konsen kami, kalau masalah harga dan biaya Insya Allah kami pun bisa bersaing dengan Malaysia. Selama penawaran itu sesuai dengan pelayanan yang diberikan Insya Allah bisa negosiasi untuk pelayanan travel-travel haji khusus di Indonesia, saya rasa itu poin pentingnya,” jelas Wahyu.
Wahyu berharap masyarakat luas memberikan doa dan dukungan bagi HIMPUH dalam memperjuangkan kembalinya hak tujuh maktab yang menjadi maktab haji khusus Indonesia.
Sekedar informasi,  tahun 2018 kemarin ,Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) memberangkatkan 9.765 jamaah haji khusus. Jumlah tersebut adalah 58% dari seluruh haji khusus di Indonesia.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional