Seputar Jakarta

KH. Nasih Asschol: Kemenangan Kiai Ma’ruf Harga Mati

  • Reporter:
  • Minggu, 10 Februari 2019 | 20:48
  • / 4 Jumadil Akhir 1440
KH. Nasih Asschol: Kemenangan Kiai Ma’ruf Harga Mati

JAKARTA – Keluarga Besar KH. Kholil Bangkalan, Madura (Keluarga Syekhona Kholil Bangkalan, Madura, Jawa Timur) bersama Ulama dan tokoh masyarakat di Jakarta mengadakan do’a bersama dan deklarasi dukungan untuk pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor unut 01.

Acara digelar di halaman rumah Tokoh Madura, Haji M. Rawi di Jl cipeucang 2 No.7 RT 004 RW 12 kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Kota Administrasi Jakarta Utara, Minggu 10 Februari 2019.

Kegiatan ini mengangkat tema “Deklarasi Dukungan Keluarga Bani Kholil Bangkalan Madiura Bersama Ulama & Tokoh Masyarakat di DKI Jakarta untuk Mendo’akan Ir. H. Joko Widodo & Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin Menjadi Presiden dan Wakil Presiden Priode 2019-2024”.

Dalam sambutannya, cicit KH. Kholil Bangkalan KH. Nasih Asschol menegaskan bahwa kemenangan paslon 01 adalah harga mati. Menurutnya, hal itu untuk menjaga Indonesia tetap dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Kemenangan KH. Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden adalah harga mati. Kami memyerukan kepada seluruh Alumni dan murid-murid Syaikhona untuk mendukung Kiai,” tegas Makki Nasir.

Menurut KH. Nasih, Keluarga Syaikhona Kholil tidak hanya berbicara tentang Bangkalan, Sampang Madura. Tetapi semua sumber daya yang dimiliki akan digerakan secara maksimal agar 2019 yang terpilih adalah Jokowi Amin.

“Kami (Bani Kholil) mempunyai pandangan bahwa  Pilpres tahun ini beda dengan Pilpres sebelumnya. Kalau Pilpres sebelumnya hanya pergantian presiden, hari ini yang dipertaruhkan adalah Ideologi, persatuan dan martabat NKRI,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Umum Ikatan Masyarakat Madura H. M. Rawi mengatakan pemerintahan Presiden Joko Widodo harus dilanjutkan. Menurutnya, banyak program Jokowi yang berpihak pada rakyat.

“Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) sekarang gratis, ini salah satu bukti Pak Jokowi berpihak pada rakyat kecil. Selanjutnya sedang digodok RUU Pesantren dan Madrasah, ini bukti juga pak Jokowi memperhatikan Islam,” ungkap H. M. Rawi.

Makruf Amin dalam tausiyahnya mengatakan, ulama dari dulu tukang dukung. Ia mengatakan, semua Presiden, Gubernur, Bupati mencari dukungan Ulama. Tapi, menurut Ma’ruf, kalau sudah terpilih “wasalam”, seperti daun salam yang dibuang setelah masakan matang.

“Kalau pak Jokowi tidak hanya mencari dukungan, tetapi juga menggandeng Ulama. Besok pasti ada lagi Ulama atau santri tidak hanya menjadi Wapres, tetapi jadi Presiden.  Dan, jika ada Kiyai atau santri gak dukung Kiyai,  maka Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un,” kata Ma’ruf Amin disambut tepuk tangan jamaah.

Hadir pula pada acara do’a bersama dan deklarasi ini KH. Misbahul Munir (Lembaga Dakwah NU) KH Kholil Nafis (Jombang), H Zaini Sidi (Tokoh Kota Bekasi), KH Ali Kholil (Pengasuh ponpes Syaikhona Kholil Kaltim), H Hamzah Haz, RKH Abd Latif Amin Imron (Bupati Bangkalan). Serta 10.000 jamaah yang didominasi santri pondok Pesantren Syekhona Kholil.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional