Seputar Jakarta

Asphurindo Pertanyakan Eksekusi Pemberhentian Rekam Biometrik

  • Reporter:
  • Minggu, 3 Februari 2019 | 10:22
  • / 27 Jumadil Uula 1440
Asphurindo Pertanyakan Eksekusi Pemberhentian Rekam Biometrik

Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji Umroh dan Inbound Indonesia (Asphurindo) menyayangkan dengan adanya kebijakan bagi calon jamaah umroh yang harus melakukan rekam biometrik sebagai syarat untuk mendapatkan visa di Kedutaan Arab Saudi. Kebijakan tersebut menimbulkan pengurangan jamaah Indonesia yang akan melaksanakan umrah, khususnya dari daerah-daerah yang jauh dari kota besar.

“Pertama adalah masalah geografis di Indonesia yang begitu banyak pulau, kedua adalah infrastruktur (VFS Tasheel) yang tidak siap di semua lini daerah. ketiga ada biaya tambahan, kalau kita sekarang seperti itu, bukan tidak mungkin suatu waktu dia (VFS Tasheel) akan naik dan ini tentu akan memberatkan jamaah kita,” kata Magnatis kepada Majalah Rindu Kabah dalam acara Pelatihan Dasar Wisata Halal anggota Asphurindo di Jakarta, Sabtu (2/2/2019).

Menurut Magnatis, calon jamaah umrah Indonesia mayoritas jamaah menengah kebawah, sedangkan dalam pengurusan rekam biometrik ini tidak bisa diwakilkan. “Ini masalah masyarakat muslim Indonesia yang mendapat kesulitan untuk berangkat umrah harus melalui itu. Kita sebetulnya lebih senang biometrik dilakukan di Saudi pada saat kedatangan jamaah, karena itu sama saja jadi g dua kali kerjaan dan tidak menimbulkan biaya tambahan,” jelas Magnatis.

Menurut Magnatis, Asphurindo melalui Permusyawaratan Antar Syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) sebagai induk organisasi telah meminta perekaman biometrik di stop dulu. Bahkan, pihaknya juga telah memberikan solusi untuk perekaman biometrik yaitu di airport keberangkatan atau saat kedatangan jamaah di Saudi.

Ia juga menyayangkan kerja Kementerian Agama yang lamban dalam mengatasi masalah persoalan rekam biometrik ini. Kemenag dinilai baru bergerak setelah ramai pemberitaan masalah VFS Tasheel. “Sebetulnya spirit pemerintah dalam hal ini sudah ada, tapi eksekusinya sampai saat ini belum jalan, entah kenapa,”kata Magnatis.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional