Seputar Jakarta

Bersama KOMUNIKONTEN, Peneliti dan KADIN Deklarasi Dukung Pemerintah Soal Perbatasan

  • Reporter:
  • Jumat, 28 September 2018 | 17:00
  • / 17 Muharram 1440
Bersama KOMUNIKONTEN, Peneliti dan KADIN Deklarasi Dukung Pemerintah Soal Perbatasan

KOMUNIKONTEN (Institut Media Sosial dan Diplomasi) menggelar diskusi media dengan tema “Partisipasi Publik Dalam Publikasi Capaian Publikasi Pencapaian Pembangunan Wilayah Perbatasan”. Diskusi tersebut pun ditutup dengan deklarasi bersama, “Menolak Hoax dan Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah Perbatasan”.

Acara diskusi dan deklarasi bersama ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa, diantaranya dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Universitas Budiluhur, Universitas Nasional (UNAS), Universitas Paramadina. Kegiatan ini digelar di kantor Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Jln. Hos. Cokroaminoto No.122, Jakarta, Kmais (27/09/2018).

Hadir sebagai narasumber Indra Purnama dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Adriana Elisabeth dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Selain itu KOMUNIKONTEN juga menghadirkan Ketua Umum KADIN Indonesia Eddy Ganefo dan Direktur Infokom Studi Stategi Indonesia (ISID) Alfi Rahmadi.

Ketua Umum KADIN Indonesia Eddy Ganefo mengatakan pemerataaan pembangunan sangat diperlukan. Ia mengatakan, daerah-daerah perbatasan ini adalah daerah rawan, jika tidak segera diantisipasi negara tetangga akan terus merebut atau menggeser wilayah perbatasan Indonesia.

“Jika tidak cepat mengantisipasi maka kita tidak akan dapat mencegah masuknya barang-barang konsumsi dan sebagainya yang masuk melalui jalur yang tidak resmi. Tidak hanya itu kita juga akan kehilangan penghasilan pajak dan akan merugikan pengusaha-pengusaha kita di dalam negeri,” kata Eddy.

Ditegaskan lagi, Indra Purnama Assisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Darat BNPP menyebutkan, daerah-daerah perbatasan yang perlu segera diperbaiki infrastrukturnya adalah daerah perbatasan tiap kecamatan. Namun menjadi prioritas yang berada dibagian luar wilayah bukan yang berada di dalam.

“BNPP punya program prioritas utama dan prioritas kedua, semua sudah terencana dengan baik,” kata Indra.

Begitupun seperti yang dicontohkan Adriana selaku Anggota Tim Kajian Papua LIPI mengenai sudah adanya sedikit perbaikan infrastruktur di Papua. Ia menyebutkan, di Papua terutama dibagian kota, infrastruktur disana sudah cukup baik seperti sudah berdirinya sekolah-sekolah bagai anak-anak disana, dan kini masyarakat desa memilih menyekolahkan anak-anak mereka ke kota.

“Papua sudah menjadi wilayah yang cukup terbuka, terutama di bagian kota. Tingkat kemiskinan disana sudah berada dalam tahap kemajuan,” tambahnya.

Di akhir acara, Eddy mengatakan, perbaikan infrastruktur yang dilakukan untuk daerah perbatasan tidak hanya pada wilayah darat. Namun di wilayah perbatasan laut juga jangan luput dari perhatian pemerintah sebab, banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan apabila daerah-daerah perbatasan yang di wilayah lautan juga infrastrukturnya dapat diperbaiki.

“Perbaikan infrastruktur di wilayah laut terutama di daerah-daerah yang memiliki destinasi wisata akan menambah devisa kita, tentunya hal ini akan meningkatkan perekonomian di daerah tersebut dan sekaligus akan menjadi ujung tombak bagi ketahanan daerah kita,” pungkas Eddy.

Adapun deklarasi bersama yang diinisiasi oleh KOMUNIKONTEN, pembacaan dipimpin Ketua Umum KADIN Indonesia Eddy Ganefo yang selanjutnya serentak semua yang hadir mengikutinya. Berikut isi deklarasinya:

Deklarasi Menolak Hoax dan Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah Perbatasan

Kami generasi muda Indonesia:

1. Siap berpartisipasi dalam publikasi kemajuan pembangunan daerah perbatasan.

2. Menolak segala bentuk hoax yang merugikan pembangunan daerah perbatasan dan hoax-hoax lainnya

3. Mendukung penuh keberlanjutan pembangunan daerah perbatasan yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional