Seputar Jakarta

Kadin: Ramadhan, UMKM Mesti Kreatif

  • Reporter:
  • Kamis, 17 Mei 2018 | 19:42
  • / 2 Ramadhan 1439
Kadin: Ramadhan, UMKM Mesti Kreatif
Tedi Aliudin/Raden Tedi, Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

JAKARTA – Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia untuk membeli berbagai perlengkapan guna menyambut Hari Raya Idul Fitri, seperti pakaian, bingkisan, hingga aksesoris. Bulan Ramadhan dan Lebaran juga merupakan puncak panen bagi para pelaku usaha sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Karena produknya banyak diserap di bulan ini.

Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Tedi Aliudin mengatakan, peningkatan daya beli masyarakat yang signifikan di bulan Ramadhan dan Lebaran harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku UMKM. Ia mengatakan, pelaku UMKM harus kreatif dalam menarik konsumen.

“Hampir semua komoditi sektor UMKM bergerak dan mengincar penjualan maksimal pada Ramadhan dan puncaknya pada lebaran. Mereka yang kreatif yang akan panen,” kata Tedy Aliudin atau akrab disapa Raden Tedi di Kantor Pusat Kadin Indonesia, Jl. Hos Cokroaminoto No. 122, Menteng, Jakarta, Kamis (17/05/2018).

Hampir sebagian besar produk yang dipasarkan dalam bazar-bazar Ramadhan maupun di ritel adalah produk UMKM, dan pada momen ini banyak dibeli masyarakat. Peningkatan penjualan produk UMKM pada Ramadhan dan lebaran bisa mencapai 100 persen, sedikitnya diatas 70 persen.

“Selain ofline, pelaku UMKM juga harus masuk di penjualan onlie,” imbuh Raden Tedi.

Saat ini, ia menambahkan, banyak masyarakat yang lebih memilih kenyamanan, kecepatan sekaligus keamanan yang lebih. Hal itulah salah yang menjadi salah satu alasan mengapa transaksi belanja online terus meningkat.

“Disini, pelaku UMKM harus masuk. Di Era digital, jaringan pasar didukung dengan berbagai macam media sosial dan e-commerse. Konsumen saat ini tidak suka berlama-lama mengantre di kasir, mereka lebih suka berbelanja dari rumah menggunakan aplikasi mobile,” ujar Raden Tedi.

Berdasarkan data McKinsey Global Institute, Tedi menambahkan, nilai transaksi UMKM yang beralih ke online akan berkembang dua kali lebih cepat. Sayangnya, dari 59,9 juta UMKM itu baru 3,97 juta UMKM yang sudah go online. Padahal, pengguna internet di Indonesia sudah masif dan 78% diantaranya sudah bertransaksi online.

“Sektor UMKM di Indonesia masih banyak yang belum tersentuh online. Data dari Kementerian Koperasi dan UKM, ada 59 juta pelaku UMKM di Indonesia. Ramadhan dan Lebaran bisa jadi momenentum untuk UMKM mulai Go Online,” pungkasnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional