Seputar Jakarta

Islah dan Munaslub Asphurindo Adalah Jalan Yang Terbaik

  • Reporter:
  • Kamis, 17 Mei 2018 | 19:21
  • / 2 Ramadhan 1439
Islah dan Munaslub Asphurindo Adalah Jalan Yang Terbaik

Jakarta – Kepengurusan dua kubu Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah dan In-Bound Indonesia (Asphurindo) hari ini mengadakan pertemuan yang diinisiasi oleh Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama. Pertemuan dilaksanakan di Gedung Kementerian Agama, Jl. Lapangan Banteng, No. 3-4 Jakarta Pusat, Kamis (17/05/2018).

Dalam pertemuan tersebut hadir sebagai inisiator yaitu Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim, kemudian kubu Syam Resfiadi yang dihadiri oleh Syam Resfiadi sendiri dan Kubu Magnatis Chaidir yang diwakili oleh KH. Hafidz Taftadzani.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim sebagai fasilitator dalam sambutannya menghimbau agar sengketa yang terjadi di Asphurindo segera diakhiri dan jangan sampai berlarut-larut karena dampaknya juga nanti kepada para penyelenggara dan khususnya kepada para jamaah umrah maupun haji.

Untuk hal tersebut, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus sebagai fasilitator menginisiasi dan memberi masukan jika memang berkenan diharapkan kepada dua kubu untuk melaksanakan islah dan dihadiri dengan melaksankan musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

Dalam kesempatan yang diberikan kepada KH. Hafidz Taftadzani mewakili Kubu Magnatis Chaidir, beliau menyampaikan bahwa pihak kubu Magnatis menyambut baik inisiasi yang dilakukan oleh Diretur Bina Umrah dan Haji Khsusus dan menyambut inisiasi ini dengan senang. Hal senada juga disampaikan oleh Syam Resfiadi bahwa dia juga menerima diadakannya islah dan munaslub, tapi dalam masalah ini dia akan mengumpulkan para anggota untuk mendapatkan masukan-masukan dari para anggota.

“Saya sambut inisiasi inisiatif Bapak direktur dan kami menyambut sangat gembira jika memang nanti ada kesepakatan islah dan penyelenggaraan munaslub,” kata Hafidz Taftadzani usai mengadakan pertemuan tersebut kepada awak media.

“Saya sampaikan kepada bapak Direktur, kami sangat gembira bahwa dalam hal ini telah terjadi satu kemajuan yang luar biasa yang oleh Pak Direktur menyebutnya ini adalah sesuatu yang baru,” lanjutnya.

Hafidz mengatakan bahwa pertemuan ini adalah pertemuan yang dilaksanakan di awal bulan puasa, semoga dengan pertemuan ini membuka silaturahim dan membuahkan harapan bahwa nanti hasilnya juga akan baik.

“Kita harapkan kepada seluruh anggota Asphurindo untuk dapat menangkap sinya-sinyal baik ini, untuk segera menuju pada satu islah yang sebetulnya memang hal ini jangan sampai berlarut-larut dan nantinya menggangu penyelenggaraan umrah ataupun haji khusus yang akibatnya juga akan mengganggu pada kelancaran para jamaah dalam menjalankan ibadah,” kata Hafidz.

Hafidz menceritakan dalam pertemuan tersebut Syam Resfiadi mengusulkan kalau munaslub diadakan setelah selesai haji karena padatnya acara, namun terakhir Arfi Hatim menyampaikan kalau bisa selesai sebelum lebaran ini kenapa tidak.

“Ini tentu kembali kepada semua pihak, jika semua pihak membuka diri dan melupakan hal-hal yang menjadi ganjalan-ganjalan tentu semua ini akan segera diselesaikan. Saya juga ikut yakin bahwa kita semua pihak membuka diri melupakan hal-hal yang menjadi ganjalan,” jelas Hafidz.

Menurut Hafidz, untuk hal-hal munalub sebenarnya bisa dilaksankan satu hari. “Katakanlah diselenggarakan setelah sholat tarawih, jam 12 juga sudah bisa selesai, sepanjang kesepakatan-kesepakatan ini sudah kita susun sebelumnya dengan meninggalkan hal-hal yang akan mengganggu pada perjalanan asosiasi kedepan tentu semua pihak meninggalkan ego masing-masing. Saya siap saja, kalau memang sebelum lebaran bisa kenapa tidak, munaslub itu waktunya kan 2-3 jam juga selesai,” ucap Hafidz.

Berkaitan dengan munaslub, Hafidz menjelaskan bahwa yang akan hadir di munaslub adalah penyelenggaran haji yang sudah menjadi anggota, dan yang sudah punya izin PPIU, yang tidak punya izin tentu tidak ikut dalam pemilihan.

“Apa itu nanti disana akan voting atau akan aklamasi atau akan apa, itu nanti akan kita sepakati bersama,” jelas Hafidz.

Hafidz menjelaskan bahwa dalam munaslub nanti ada aturan dan tata tertib. Munaslub ini harus ada dan persyaratan-persyaratan pra munaslub juga harus ada.

Pertemuan ini diakhiri dengan foto bertiga, dan nampak Arfi Hatim, KH. Hafidz Taftadzani dan Syam Resfiadi berjabat tangan bertiga. Dalam jabat tangan tersebut, kata Hafidz, ada satu kata yang ia dengar dari lisan Syam, yang menyatakan bahwa kita harapkan tidak ada pertemuan-pertemuan seperti ini lagi.

“Artinya bahwa persengketaan ini sebaiknya harus segera kita sudahi,” pungkas Hafidz.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional