Seputar Jakarta

Kadin Kutuk Insiden Bom di Surabaya

  • Reporter:
  • Minggu, 13 Mei 2018 | 15:42
  • / 27 Sya'ban 1439
Kadin Kutuk Insiden Bom di Surabaya
Eddy Ganefo (tengah) Ketua Umum KADIN Indonesia

JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengutuk tindakan peledakan bom di Surabaya Jawa Timur yang terjadi Minggu Pagi 13 Mei 2018. Ledakan yang terjadi di tiga gereja, yaitu Gereja Kristen Indonesia Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Ngagel, dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno yang sampai saat ini sudah memakan korban 10 orang meninggal dan 40 luka-luka.

“Kami (Kadin Indonesia) turut berbela sungkawa dan mengutuk keras tindakan peledakan yang sangat tidak terpuji tersebut dan mengorbankan masyarakat yang tidak berdosa,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Eddy Ganefo di Jakarta, Minggu (13/05/2018).

Selian itu, Eddy juga menegaskan Aksi terorisme yang terjadi di Surabaya, tidak akan menyurutkan dunia usaha di wilayah setempat atau Jawa Timur. Menurutnya Eddy, Para pelaku usaha adalah pejuang-pejuang ekonomi yang secara profesional mencintai tanah air.

“Dunia usaha tidak perlu takut. Kami yakin sepenuhnya negara bisa memberantas segala bentuk terorisme, dan tidak akan menyurutkan dunia usaha. Para pelaku usaha adalah pejuang-pejuang ekonomi yang secara profesional mencintai tanah air. Dengan membuka seluas mungkin lapangan pekerjaan bagi warga, membayar pajak, memberi nilai tambah perekonomian dan ikut membantu masyarakat,” kata Eddy.

Untuk memulihkan keadaan, Eddy Ganefo berharap komunikasi antar lembaga selalu dijaga agar peristiwa yang sama tidak akan pernah terjadi lagi.

“Komunikasi antar lembaga harus diperkuat, Polisi, TNI, dan Intelijen harus memperkuat jalinan komunikasinya,” ujarnya.

Korban tewas terus bertambah

Sampai sekitar pukul 13.00 WIB, jumlah korban tewas akibat ledakan tiga gereja di Surabaya dan korban tewas terus bertambah menjadi sepuluh orang dan melukai 40 orang lainnya, kata pejabat kepolisian.

Hasil identifikasi sementara kepolisian, sekitar pukul 13.00 WIB, menyebutkan, sepuluh orang tewas dan 40 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami luka-luka.

Menurut polisi, bom pertama meledak sekitar pukul 07.30 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya.

Selang sekitar lima menit kemudian bom kedua meledak di gereja Pantekosta di jalan Arjuno, dan tidak lama kemudian bom meledak di gereja GKI di jalan Diponegoro, kata polisi.

Empat orang tewas akibat ledakan bom di depan Gereja Santa Maria, dua orang tewas di gereja Pantekosta serta dua orang tewas lainnya di depan gereja GKI, ungkap Frans Barung.

Polisi masih melakukan identifikasi terhadap korban yang meninggal dunia, dan jubir Polda Jatim belum dapat memastikan apakah pelaku termasuk korban yang tewas dalam serangan bom ini.

Frans Barung mengatakan, kepolisian akan menyampaikan perkembangan dari waktu ke waktu setiap jam.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional