Seputar Jakarta

Wabup Bengkulu Utara Antusias Dirikan Korporasi Pertanian

  • Reporter:
  • Minggu, 6 Mei 2018 | 19:00
  • / 20 Sya'ban 1439
Wabup Bengkulu Utara Antusias Dirikan Korporasi Pertanian

BENGKULU – Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bengkulu Matzudin bersama tim i-Pangan Jokowi temui Wakil Bupati (Wabup) Bengkulu Utara Arie Septia Adinata di Rumah Dinas Wakil Bupati. Pertemuan tersebut membahas rencana mengkorporasikan petani di Kabupaten Bengkulu Utara dengan mengikuti sitem Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) Pangan Terhubung di Sukabumi, Jawa Barat.

Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata menyambut baik sistem BUMR Pangan Terhububg diaplikasikan di Bengkulu Utara. Menurutnya petani akan sangat gembira dan terbantu dengan hal ini. Ia juga langsung memerintahkan Kepala Dinas Pertanian untuk menyiapkan data 1.000 hektar lahan untuk program korporasi petani ini.

“Saya rasa masyarakat sangat setuju. Pak Kadis tolong siapkan data yang dibutuhkan. Kita juga jadwalkan melihat langsung BUMR di kabupaten Sukabumi,” kata Wabup, Sabtu (05/05/2018).

Dengan petani Bengkulu Utara dikorporasikan, Matzudin berharap nantinya petani akan lebih sejahtera. Selain itu, menurut Matzudin, akan terwujud kedaulatan pangan di Bengkulu Utara.

“Contoh yang sudah berhasil ya BUMR Pangan Terhubung di Sukabumi yang dipimpin Pak Luwarso, sekarang diminta Pak Joko Widodo untuk dicopy-paste di 65 Kabupaten lain, Bengkulu Utara kita usahakan menjadi satu diantaranya” kata Matzudin.

Sementara, Ketua Koordinator Hubungan Antar Daerah i-Pangan Jokowi Pranyoto Ateng mengatakan, korporasi petani ini nantinya akan menggunakan sistem modern dalam berporasinya. Ia mengatakan, petani akan didampingi oleh ahlinya dari menanam sampai panen.

“Tidak ada lagi panen raya, karena setiap hari akan panen. Petani yang masuk klasterisasi akan dijadwal kapan waktu menanam, memupuk dan panen,” kata Pranyoto Ateng yang juga sebagai Ketua Komite Tetap Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia.

Untuk itu, Ateng menambahkan, dalam klasterisasi membutuhkan lahan terhampar minimal 1.000 hektar. Alasanya, kata Ateng, untuk mempermudah pengontrolan.

Dengan dikorporasikan, kata Ateng, petani akan mempunyai tiga pemasukan. Dimana, kata Ateng, konsep ini salah satu prinsipnya menggabungkan antara petani, prosessing dan marketing menjadi kesatuan entitas korporasi tersendiri.

“Petani sebagai pekerja akan mendapatkan upah bulanan dari yang ia kerjakan. Kedua, petani seprti biasanya setiap musim ada pendapatan masuk. Kemudian, petani jua sebagai pengusaha, dimana petani akan dapat deviden setiap tahun,” kata Ateng.

Hadir dalam pertemuan ini diantaranya Kadis Ketahanan Pangan Bengkulu Utara, Kadis Pertanian Bengkulu Utara Kuasa Barus, Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bengkulu Sujar.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional