Seputar Jakarta

Luwarso Meninjau Sawah untuk Klaster Pertanian di Mukomuko

  • Reporter:
  • Rabu, 2 Mei 2018 | 17:16
  • / 16 Sya'ban 1439
Luwarso Meninjau Sawah untuk Klaster Pertanian di Mukomuko
Ir. Luwarso (kanan) dari BUMR Pangan bersama Pranyoto Ateng (kiri) Ketua Komite Tetap Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, saat meninjau persawahan di Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

BENGKULU – Ir. Luwarso dari BUMR (Badan Usaha Milik Rakyat) Pangan Tehubung yang juga Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meninjau lokasi lahan untuk pembentukan Klaster Pertanian di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Ia mengatakan, pembuatan Klaster pertanian di Mukomuko memliki kemudahan salah satunya dengan adanya bendungan air Manjutok di Kecamatan V Koto yang mampu mengairi 16.000 hektar sawah

“Salah satu potensi yang sangat baik dan mahal itu adanya bendungan. Ini faktor yang tidak setiap kabupaten punya, ini aset mahal. Karena yang paling mahal itu mendatangkan air, itu kelebihanya,” kata Luwarso saat meninjau persawahan yang rencananya akan dibuat klaster pertanian di Tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan V Koto, Lubuk Pinang, dan Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Selasa (01/05/2018).

Selain itu, ia mengatakan, tanah sawah di Mukomuko saat ini perlu disehatkan kembali. Ia melihat, tanah di Mukomuko sudah miskin hara, sehingga harus dikembalikan supaya tanahnya sehat.

“Mungkin karena sifat allelopati dari akar-akar sawit yang saya kira sudah kemana-mana, sehingga hampir tidak ada jasa trelik yang bisa dikomposisi bahan-bahan sisa tanaman untuk menjadi humus,” imbuh Luwarso.

Untuk merestrukturisasi tanah, Luwarso mengatakan, nantinya dari sisi komoditas harus di kombinasi dengan peternakan. Tujuanya, kata Luwarso, untuk mengurangi biaya produksi. Kotoran sapi, ia menambahkan, nantinya untuk pupuk sawah.

“Kalau tidak ada sapi, bahan organik beli dari luar kan mahal. 1000 sampai 1500 ekor cukup untuk mengembalikan kesuburan tanah,” ujar Luwarso.

Dengan dikorporasikan, Luwarso menambahkan, nantinya petani mempunyai tiga pemasukan atau sumber ekonomi. Dimana, kata Luwarso, konsep Badan Usaha Milik Rakyat ( BUMR) pangan ini salah satu prinsipnya menggabungkan antara petani, prosessing dan marketing menjadi kesatuan entitas korporasi tersendiri.

“Petani sebagai pekerja yang harus mendapatkan upah bulanan dari yang ia kerjakan. Petani sebagai petani, artinya, petani seperti biasanya setiap musim ada pendapatan masuk. Kemudian, petani sebagi pengusaha, dimana petani harus dapat deviden setiap tahun,” kata Luwarso.

Rencananya, kata Luwarso, di Kabupaten Mukomuko akan dibuat Klaster Pertanian. Mukomuko, kata Luwarso, menjadi satu dari 65 kabupaten yang menjadi prioritas nasional sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

“Ditargetkan, September 2019 sudah mulai produksi,” pungkas Luwarso.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional