Seputar Jakarta

Luwarso Raih Penghargaan Manusia Bintang

  • Reporter:
  • Senin, 30 April 2018 | 00:04
  • / 14 Sya'ban 1439
Luwarso Raih Penghargaan Manusia Bintang
Ir. Luwarso, pengurus Kadin Indonesia Bidang Lembaga Pengembangan dan Pimpinan BUMR Pangan Terhubung.

BENGKULU – Pimpinan Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) Pangan Tehubung Ir. Luwarso yang juga merupakan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Lembaga Pengembangan Usaha, mendapatkan penghargaan “Golden Community Award” pada Malam Budaya Manusia Bintang yang digagas oleh salah satu media online RMOL (Rakyat Merdeka Online). Penghargaan tersebut diraih Luwarso atas keberhasilanya mengkoorporasikan petani di kabupaten Sukabumi.

“Setelah melakukan terobosan baru yang dikenal dengan program i-Pangan. Program yang dicetuskannya itu menjadi tonggak kebangkitan revolusi tani di Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Atas jasanya inilah Luwarso sangat layak menjdi Manusia Bintang,”  kata Direktur RMOL Rai Madani pada acara Malam Budaya Manusia Bintang 2018 bertema ‘Sejuta Pesona Bumi Rafflesia’ di Hotel Grage Horison, Bengkulu, Minggu (29/3).

Luwarso dalam sambutanya menyampaikan, tujuan utama program i-Pangan, yaitu untuk mewujudkan kesejahteraan para petani. Ia menginginkan petani Indonesia yang berdaulat dan punya masa depan.

“Mohon do’anya kami para petani bertekad tahun 2022 kami punya korporat yang dimiliki oleh petani yang insyaAlloh niali bukunya lebih tinggi dari Pertamina yaitu 900 Triliun. Dan penghargaan ini untuk petani,” kata Luwarso.

Lebih lanjut, Luwarso menjelaskan, PT BUMR Pangan Terhubung dalam bergeraknya mengorporasikan petani dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam skala ekonomi (economic scale). Dalam mengelola manajemen, lanjut Luwarso, dilakukan secara profesional, menggunakan aplikasi teknologi digiltal (sistem informasi multi enterprise), teknogi pasca panen yang modern dan pemasaran langsung ke pelanggan (supply chain ent to end).

“Konsep ini merupakan konsep yang berbasis economic sharing dan keuangan inklusi, sehingga akan berdampak selain penyediaan bahan pangan (swasembada pangan) juga menciptakan pertumbuhan ekonomi di pedesaan dan mengurangi kesenjangan (GINI ratio),” terangnya.

Manfaat lain, masih menurut Luwarso, adalah terbangunya sistem pendataan (data base) bahan pangan yang real time, akurat, dan terpusat. Sehingga, lanjutnya, dapat terkontrol oleh pemerintah untuk pengambilan sebuah kebijakan yang tepat dalam hal pangan.

“Bagi konsumen juga diuntungkan dengan harga yang kompetitif serta kulitas yang terjamin kepastiannya karena dengan aplikasi pangan ini bisa terlacak asal usulnya dan tidak ada broker dalam rantai distribusinya,” pungkas Luwarso.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional