Seputar Jakarta

Kadin Indonesia Sarankan Dirut Definitif Berasal dari Internal Pertamina

  • Reporter:
  • Senin, 23 April 2018 | 18:44
  • / 7 Sya'ban 1439
Kadin Indonesia Sarankan Dirut Definitif Berasal dari Internal Pertamina

JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencopot Elia Massa Manik dari posisi Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Pencopotan itu dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Pertamina di Jakarta, Jumat (20/4). Elia dicopot salah satunya terkait tumpahnya minyak di Balikpapan dan kelangkaan BBM jenis Premium. Sebagai penggantinya, untuk sementara Rini telah menujuk Nicke Widyawati sebagai pelaksana tugas.

Wirawan, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia berharap dengan dirombaknya direksi Pertamina, masalah serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. Ia menambahkan, kelangkaan BBM sangat berpengaruh besar pada berjalanya UKM (Usaha Kecil dan Menengah).

“Tugas untuk menyediakan BBM dan gas bisa lebih baik. Jangan sampai terjadi kelangkaan lagi. Kelangkaan BBM akan menyebabkan semua cost menjadi naik, dan ini tentu mengancam keberlangsungan industri,” kata K. Wirawan melalui keterangan tertulis, Selasa (24/04/2018).

Selain itu, K. Wirawan menyarankan, pengganti Dirut Pertamina definitif sebaiknya berasal dari Internal Pertamina sendiri. Alasanya, menurutnya, dengan mengangkat dari internal Pertamina yang berpengalaman, Dirut baru akan langsung dapat merancang program dan terobosan untuk Pertamina lebih baik lagi.

“Sebaikanya Dirut definitif dari kalangan internal, bukan dari luar. Pertimbangannya, Dirut dapat langsung berpacu dalam menjalankan tugas. Tidak butuh waktu lagi untuk belajar,” ujar K. Wirawan.

Untuk Dirut Pertamina Definitif dari internnal, menurut Wirawan, yang layak dan mumpuni salah satunya adalah Hanung Budya Yuktyanta. Hanung Budya yang merupakan mantan direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, ia menambahkan, selain pengalamanya di Pertamina, Hanung juga memiliki rekam jejak yang baik.

“Salah satunya Hanung Budya. Berpengalaman dan memiliki rekan jejak yang baik. Ia memahami seluk-beluk pendistribusaian BBM di tanah air. Sehingga selaras dengan agenda pemerintah untuk pemerataan BBM dan BBM satu Harga, ” pungkas Wirawan.

 

Hanung Budya Yuktyanta (mantan direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina)

Merupakan lulusan Sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung (1983). Ia pemegang gelar Msc di bidang Engineering Management dari Universitas Indonesia bekerja sama dengan Queensland University of Technology, Australia (1998).

Lahir pada 21 Februari 1959, Hanung mulai berkarier di Pertamina sejak 1984. Kariernya kemudian melesat ketika dia dipercaya sebagai presiden direktur anak usaha Pertamina, Pertamina Energy Limited (Petral), pada 2004 disaat era Pertamina dipimpin oleh Widya Purnama.

Selanjutnya, Hanung kemudian menjabat sebagai Deputi Direktur Pemasaran dan Distribusi (2006-2007), Deputi Direktur Pemasaran (2007-2010), Presiden Direktur PT Badak NGL (2010-2012), dan pada 18 April 2012 diangkat sebagai direktur Pemasaran dan Niaga hingga 28 November 2014.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional