Seputar Jakarta

Peran Media Membangun Optimisme Bangsa jadi Pembahasan

  • Reporter:
  • Minggu, 22 April 2018 | 04:37
  • / 6 Sya'ban 1439
Peran Media Membangun Optimisme Bangsa jadi Pembahasan

Kaukus Muda Indonesia akan mengadakan diskusi media dengan tema, “INDONESIA OPTIMISTIS; Peran Kongkret Media Membangun Optimisme Bangsa Melalui Pemberitaan”. Kegiatan ini diadakan di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih No 32-24, Gambir, Jakarta Pusat, yang dimulai dari jam 13.00 – selesai, Senin (23 April 2018).

Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya 1) Auri Jaya, Ketua Serikat Media Siber Indonesia, 2) Prof. Dr. Henri Subiakto, Staf Ahli Bidang Komunikasi & Media Massa Kemenkominfo RI, 3) Jodhi Yudono, Ketua Ikatan Wartawan Online, 5) Hariqo Wibowa Satria, Direktur Eksekutif KOMUNIKONTEN, Institut Media Sosial dan Diplomasi, dan 5) Agus Sudibyo, Pengamat Media.

Edi Humaidi, Ketua Kaukus Muda Indonesia menjelaskan kegiatan ini lahir melihat realita Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan jumlah penduduk terbanyak ke-4 sedunia (setelah China, AS, dan India), dengan luas wilayah dan kekayaan alam yang melimpah. Menurut Edi, sudah sepantasnya sebagai bangsa besar merasa optimis terhadap masa depan Indonesia yang lebih gemilang.

Lanjut Edi, kajian dan riset ilmiah lembaga-lembaga internasional dan nasional memperlihatkan harapan yang ke arah tersebut dari pada kutipan novel fiksi berjudul Ghost Fleet: A Novel of the Next World War yang menilai Indonesia tidak ada lagi pada 2030.

Berbagai penelitian tersebut, papar Edi, diantaranya PricewaterhouseCoopers (PwC) yang mengungkapkan Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kelima dunia pada 2030 melewati Brasil, Rusia, dan Jerman. Hal yang sama diungkapkan McKinsey Company dalam risetnya yang memperkirakan dengan tingkat pertumbuhan ekonominya yang paling stabil di dunia, Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia tahun 2030.

Lebih lanjut Edi mengatakan, sedang laporan Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memotret pola ekonomi sektor maritim negara-negara dunia akan bergeser ke arah Timur (Asia). China akan melesat menjadi penguasa industri kelautan, diikuti India dan Indonesia.

Belum lagi, sambung Edi, pada tahun 2030 nanti Indonesia akan mengalami bonus demografi yang akan berpengaruh pada aspek ekonomi dan sosial. Indonesia akan memperoleh manfaat besar apabila sumber daya manusianya berkualitas dan terserapnya tenaga kerja.

Disinilah, tegas Edi lagi, pentingnya peran media dalam membangun optimisme bangsa melalui pemberitaanya. Rasa Optimisme dan Nasionalisme salah satunya terbentuk melalui peran media dalam memberikan informasi, edukasi, dan sosialisasi terhadap nilai-nilai melalui aktualisasi fakta-fakta pembangunan yang ada.

“Dengan pemberitaan yang optimis akan dapat memberi arah yang positif bagi perjalanan bangsa ini di masa yang akan dating,” harap Edi, Minggu, (21/4/2018)

Sementara itu, Pengamat media sosial yang juga Direktur Eksekutif Komunikonten (Institut Media Sosial dan Diplomasi) Hariqo Wibawa Satria saat dihubungi menjelaskan, bahwa media online adalah salah satu rujukan paling utama masyarakat dalam memperoleh pendidikan, informasi dan hiburan.

Hariqo menambahkan, berbagai konten yang dikeluarkan oleh media online telah melewati berbagai verifikasi ketat, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap media online sangat tinggi. Karenanya, wajar media online menjadi rujukan, bahkan dapat memimpin membangun optimisme bangsa. Disinilah, kata Hariqo, media mempunyai peran penting melalui pemberitaanya dengan tetap memegang teguh profesionalitasnya sebagai fungsi kontrol serta sesuai dengan kode etik jurnalistik.

“Bagi saya yang mendekati ideal adalah, optimis harus, waspada juga harus. Konten itu seperti makanan, jika berita-berita pendek terus yang kita konsumsi kurang baik juga. Sekali-kali kita perlu juga membaca artikel, berbagai penelitian dan survei, jurnal, dll. Para pemimpin terdahulu optimis dan yakin Indonesia bisa merdeka karena wawasannya luas tentang Indonesia dan dunia, itu mereka dapatkan dari membaca, merenung dan persahabatan,” tutup Hariqo.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional