Seputar Jakarta

Kadin Indonesia Dorong Santri Berwirausaha

  • Reporter:
  • Minggu, 22 April 2018 | 20:33
  • / 6 Sya'ban 1439
Kadin Indonesia Dorong Santri Berwirausaha

Staf Ahli Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Ali Abdul Rohman dorong santri untuk berwirausaha.  Ia mencontohkan, sebagaimana Nabi Muhammad SAW yang sukses dalam berwirausaha, dimana, lebih kurang selama 28 tahun Nabi Muhammad menjalankan usaha dagang ke Yaman, Syria, Busra, Iraq, Yordania, dan kota-kota di perdagangan di jazirah Arab lainnya.

“Dengan demikian, di usia muda, Nabi Muhammad sudah menjadi pedagang internasional, karena wilayah perdagangannya meliputi hampir seluruh jazirah Arab,” katanya saat menjadi pembicara di majelis AshabulKahfi Somalangu dengan tema “Santripreneur” di masjid An-Nahdlah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl. Kramat Raya, No. 164 Jakarta Pusat, Minggu (21/04/2018).

Selain itu, Ali berpesan, santri yang ingin menekuni dunia usaha untuk memperhatikan beberapa langkah. Diantaranya, kata Ali, pastikan apa yang mau diusahakan. Misal, ia mencontohkan seperti dagang, jasa atau kontraktor, manufakturing atau yang lainya.

“Setelah produk kita tentukan, rival kita siapa, kita bisnis pasti punya rival, cara kita bersikap pada rival maupun kawan itu harus jelas. Kedua, tentukan marketnya siapa, menengah keatas, menengah kebawah atau siapa, buat bisnis plan yang jelas,” ujar Ali.

Dalam berusaha, Ali menambahkan, santri harus pegang beberapa prinsip. Diantaranya, kata Ali, menata niat dengan baik serta bersungguh-sungguh.

“Kita harus berpegang pada niat yang baik, sebagaimana sabda Nabi SAW segala sesuatu tergantung pada niat. Kedua, jangan sia-siakan waktu, manfaatkan sebaik mungkin. Waktu lebih berharga dari pada emas. Terakhir Man jadda wa jada, yang bersungguh-sungguh dialah yang akan berhasil,” imbuh Ali.

Jika santri membangun usaha, masih menurut Ali, sebenarnya sangat menjanjikan. Terutama, ia menambahkan, mangsa pasar yang besar.

“Berdasarkan data Kementerian Agama tahun 2014-2015, jumlah pondok pesantren di Indonesia yang tersebar di seluruh provinsi diperkirakan sebanyak 28.961 unit. Selain itu, NU sebagai organisasi terbesar di dunia mempunyai lebih dari 90 juta anggota,” kata Ali.

Hadir pada acara ini, Gus Wahyu NH Aly (Dewan Guru Majlis Ashabul Kahfi), Kiai Lukman Nur Salim (Pengasuh Pesantren Bintang Mazaya), Kiai Rohmat dari Bekasi dan Ony Jamhari dari School of Government Public Policy (SGPP), serta ratusan santri dari berbagai daerah di Jabodetabek.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional