Seputar Jakarta

Menperin: Ekonomi Kuat Jika Wirausaha Banyak

  • Reporter:
  • Sabtu, 21 April 2018 | 13:46
  • / 5 Sya'ban 1439
Menperin: Ekonomi Kuat Jika Wirausaha Banyak
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan kuliah umum di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, 20 April 2018.

Kementerian Perindustrian aktif memacu tumbuhnya wirausaha industri baru khususnya dari kalangan  generasi muda. Pasalnya, ketahanan ekonomi nasional semakin kuat apabila jumlah pengusaha yang  dimiliki tambah banyak. Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat memberikan  kuliah umum di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (20/4).

“Untuk itu, kami mendorong kepada para mahasiswa agar berwirausaha sejak duduk di bangku kuliah,” ujarnya. Menperin tidak ingin generasi muda Indonesia yang sudah selesai mengenyam pendidikan, hanya banyak yang bekerja sebagai karyawan apalagi menjadi pengangguran.

Menurut Airlangga, tumbuhnya wirausaha atau pelaku industri dapat membawa efek berantai terhadap perekonomian seperti peningkatan pada penyerapan tenaga kerja. “Maka itu, kunci utama untuk jadi entrepreneur sukses ada dua, yaitu pintar dan perbanyak pertemanan,” ungkapnya.

Menperin pun memberikan tantangan kepada mahasiswa Universitas Tadulako yang hadir dalam kuliah umum tersebut. Bagi mereka yang belum memiliki usaha, tahun depan harus sudah bisa jadi pebisnis muda. “Tahun depan, saya akan ke sini lagi. Saya tagih dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, apakah adik-adik sudah berwirausaha atau belum,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, salah satu mahasiswa jurusan manajemen bernama Kudrat Sumaga bertanya kepada Menperin, “Apa saja yang akan diberikan dari Kemenperin untuk pengembangan industri kecil dan menengah (IKM)? Sebab, kendala pelaku usaha di daerah, seperti di Palu ini adalah salah satunya mengenai pemasaran dan pengemasan produk yang mereka buat,” ucapnya.

Menperin menjawab, guna mendongkrak produktivitas dan daya saing IKM nasional, pihaknya melalui Ditjen IKM telah menjalankan program pelatihan dan konsultasi terkait pengembangan desain kemasan produk serta merek. Sampai tahun 2017, telah difasilitasi 6.998 desain kemasan dan 7.396 desain merek serta bantuan dalam bentuk kemasan cetak yang diberikan kepada 351 IKM.

“Selanjutnya, kami telah memiliki program e-Smart IKM untuk memperluas pasar bagi produk IKM lokal. Dalam hal ini, kami bekerja sama dengan beberapa marketplace dalam negeri. Ada juga workshop-nya,” kata Airlangga. Selain itu, Kemenperin telah memfasilitasi pemberian mesin dan alat produksi IKM serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Kemenperin diberi target untuk menumbuhkan sebanyak 20.000 wirausaha baru hingga akhir tahun 2019. “Jumlah pengusaha di Indonesia naik mencapai 3,4 persen di tahun 2017. Angka ini cukup baik karena telah melebihi standar nasional sebesar 2 persen,” ungkap Airlangga.

 

Lahirkan wirausaha digital

Dengan masuknya era Industri 4.0, generasi muda juga dituntut agar melek dengan perkembangan teknologi terkini. “Kami berharap akan semakin banyak melahirkan wirausaha industri digital atau startup,” tutur Menperin. Upaya ini sejalan dengan target pemerintah untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Airlangga optimistis, sasaran tersebut bisa tercapai, karena saat ini jumlah pengguna internet di Tanah Air sudah mencapai 143 juta orang. Ini merupakan sebuah potensi pasar yang besar. Oleh sebab itu, generasi milenial memiliki peranan penting lantaran merekalah pengguna dominan dari teknologi yang menjadi ciri khas revolusi industri keempat, yaitu internet.

Terlebih lagi, hingga tahun 2045 nanti Indonesia memiliki bonus demografi atau masa di mana jumlah penduduk usia muda lebih banyak daripada penduduk usia tua. “Sampai 15 tahun ke depan, kita masih punya bonus demografi. Ini merupakan masa emas bagi Indonesia untuk juga menjadi 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2030,” imbuhnya.

Kemenperin telah memfasilitasi melalui pembangunan gedung inkubasi bagi para pelaku usaha rintisan (startup), antara lain di Bandung Techno Park,Bali Creative Industry Center (BCIC) atau TohpaTI Center, Incubator Business Center di Semarang, Makassar Technopark, dan Pusat Desain Ponsel di Batam.

“Kami juga bersama pihak swasta mendorong pengembangan Nongsa Digital Park di Batam. Selain itu, Apple membangun innovation center di BSD,” ujar Airlangga. Sarana-sarana tersebut menjadi basis inovasi dan kreativitas bagi para putra-putri Indonesia yang ingin mengembangkan software, web, aplikasi, film dan animasi, serta program-program digital lainnya.

Untuk itu, Menperin meminta kepada generasi milenial Indonesia agar bisa menguasai bahasa Inggris, statistik, dan koding. “Materi ini bisa dipelajari dalam kurun enam bulan, dan Indonesia siap menjadi solusi dalam digital ekonomi,” tegasnya.

Menperin yakin, Indonesia mampu menumbuhkan lagi unicorn atau perusahaan startup yang memiliki valuasi di atas USD1 miliar. Saat ini, di ASEAN ada sekitar tujuh unicorn. Empat di antaranya dari Indonesia, yakni Bukalapak, Traveloka, Tokopedia, dan Gojek.

“Saat ini, peluang bisnis semakin terbuka dengan adanya berbagai marketplace, seperti Bukalapak dan Tokopedia. Dahulu para founder marketplace yang ada di Indonesia itu memulai usaha sejak mereka duduk di bangku kuliah,” kata Airlangga.

Menperin mengaku sangat senang apabila bertemu dan berdiskusi dengan para mahasiswa selaku generasi muda. “Mereka adalah talent kita untuk masa depan Indonesia. Berkumpul bersama mereka, juga membuat saya merasa jadi muda,” ungkapnya.

 

Pacu pertumbuhan ekonomi

Di hadapan mahasiswa Universitas Tadulako, Airlangga sempat memaparkan tentang kesuksesan salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah, yakni Morowali. Di wilayah tersebut, saat ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang meningkat pesat.

“Pertumbuhan di Morowali mencapai 60 persen atau 12 kali dari pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini karena ditopang oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan industri Morowali. Jadi, ada nilai tambah yang tinggi. Kita punya tambang nikel yang diolah menjadi stainless steel,” ujar Menperin.

Industri smelter nikel di Morowali telah dikenal hingga mancanegara dengan kualitas produknya nomor satu di Asia Tenggara. Untuk itu, Airlangga berharap, generasi muda ikut berperan dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kami mendorong agar mahasiswa menyiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan dengan aspirasi Industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0,” tuturnya. Kemenperin telah membangun Politeknik Industri Logam Morowali agar menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten sesuai kebutuhan industri di kawasan tersebut, sehingga mudah melakukan penyerapan tenaga kerja.

“Kami berharap juga para mahasiswa Universitas Tadulako dapat menjadi entrepreneur yang mengisi KEK Palu, terutama usaha yang berbasis furnitur karena kami telah membangun Pusat Inovasi Rotan Nasional (PIRNas),” terang Airlangga.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional