Seputar Jakarta

Lilis Santika: Jangan Tergiur Promo Umrah Murah

  • Reporter:
  • Selasa, 17 April 2018 | 16:17
  • / 1 Sya'ban 1439
Lilis Santika: Jangan Tergiur Promo Umrah Murah

JAKARTA- Anggota Komisi VIII DPR RI Hj Lilis Santika mengimbau kepada masyarakat untuk tidak tergiur dengan promo umrah murah yang ujung-ujungnya ternyata menyengsarakan para jamaah sendiri. Seperti terjadi akhir-akhir ini banyak contoh kasus terbengkalainya keberangkatan sejumlah jemaah yang diduga menggunakan travel umrah nakal seperti First Travel, Abu Tour, Solusi Balada, Lumampah, Global Insani dan lainnya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat jangan mudah tergiur dengan promo umrah dari sebuah biro travel. Sebaiknya pastikan dulu biaya travel normal itu berapa, jika harganya jauh dari harga normal yang direkomendasikan pemerintah sebaiknya jangan menggunakan travel umrah tersebut,” imbau Hj Lilis Santika.

Himbauan tersebut disampaikan usai mengikuti rapat kerja dengan Menteri Agama RI terkait pengelolaan penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah dan penanganan permasalahannya di Ruang Rapat Komisi VIII DPR RI Senayan Jakarta, Senin (16/4/2018) malam.

Diungkapkan oleh anggota DPR RI Perempuan asal Dapil Jawa Barat IX (Sumedang, Majalengka, Subang) juga bahwa saat ini pemerintah telah menetapkan standar harga umrah yang rasional yakni sekitar Rp 20 juta. “Jadi jika menemukan ada travel umrah menawarkan harga jauh dari batas itu seperti kasus First Travel yang memberikan promo Rp 15 juta, pasti ujung-ujungnya bermasalah, banyak jamaah yang gagal diberangkatkan,” tandasnya.

Agar kasus serupa tidak terjadi lagi, anggota Fraksi PKB ini, selain mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan promo umrah murah, juga menyarankan kepada Kementerian Agama RI agar lebih selektif lagi dalam memberikan perizinan kepada biro-biro travel umrah.

“Kemenag harus tegas dan selektif agar kejadian buruk ini tidak kembali terulang. Saya melihat kasus-kasus penipuan umrah murah ini lagi-lagi terulang, tegas Hj Lilis. Proses perizinan dan sanksi tegas harus diberikan kepada biro-biro travel umrah yang nakal dan tak bertanggungjawab, tambahnya. Dengan demikian, masyarakat menjadi tahu dan bisa memilih seperi apa travel umrah yang benar-benar aman dan perizinannya tidak bermasalah,” tandas pengasuh Ponpes Modern Annuur Sumedang ini.

Komisi VIII DPR RI melansir data jumlah calon jemaah umrah yang tertipu biro travel. Sepanjang tahun 2017-2018, jumlah total korban penipuan mencapai lebih dari 100 ribu orang.

“Selama 2017-2018 korban travel umrah nakal ada lebih dari 100 ribu dengan kerugian mencapai triliunan rupiah. Dengan rincian kasus PT First Travel, 63 ribu jemaah dengan kerugian Rp 905 Miliar. PT ABU Tours 86 ribu jemaah dengan kerugian mencapai Rp 1,4 Triliun. Dan SBL, korban 12 ribu jemaah dengan kerugian Rp 300 Miliar,” ungkapnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional