Seputar Jakarta

GM Baru Pelindo II Pelabuhan Panjang mulai Bebenah dan Berinovasi

  • Reporter:
  • Sabtu, 7 April 2018 | 14:36
  • / 21 Rajab 1439
GM Baru Pelindo II Pelabuhan Panjang mulai Bebenah dan Berinovasi

LAMPUNG – General Manager (GM) Indonesia Port Corporation (IPC) atau yang dikenal dengan (Pelabuhan Indonesia) Pelindo II di Cabang Pelabuhan Panjang, Lampung Drajat Sulistyo menegaskan akan berusaha untuk terus berbenah dan berinovasi. Langkah yang dilakukan Drajat dengan terus menambah fasilitas, maupun dengan perbaikan sistem pelayanan.

Menurut Drajat, peran serta pelabuhan sangat besar dalam perkembangan ekonomi. Diharapkan, dengan inovasi tersebut maka Pelabuhan Panjang bisa ikut andil dalam pembangunan daerah lampung maupun Indonesia secara umumnya.

“Antara lain menurunkan biaya logistik dan menarik minat investor untuk masuk ke Lampung khususnya, dan Sumatera,” kata Drajat di Kantor Pelindo II, Pelabuhan Panjang, Lampung, Sabtu (07/04/2018).

Dalam menurunkan biaya logistik, salah satu yang sudah dilakukan Drajat adalah menerapkan sistem informasi berbasis IT NPK-TOS (Non Peti Kemas Terminal Operating System). Sistem tersebut, kata Drajat, mempercepat dalam mengurus berbagai dokumen perizinan para pengguna jasa karena cukup mendaftarkan lewat sistem NPK-TOS.

“Sistem tersebut mempercepat bongkar muat. Biasanya untuk kapal-kapal yang  30 ribu sampai 50 ribu itu bisa memakan waktu 4 sampai 5 hari. Kemarin (setelah menggunakan sistem NPK-TOS) hanya butuh waktu satu hari,” kata Drajat.

Selain itu, kata Drajat, Pelabuhan Panjang mengupayakan integrasi dengan pembangunan proyek strategis nasional seperti jalan tol Trans Sumatera. Integrasi tersebut, lanjut Drajat, berupa akses jalan langsung yang menghubungkan Pelabuhan Panjang dengan jalan tol Trans Papua.

“Pengembangan Pelabuhan Panjang akan diintegrasikan dengan pembangunan proyek strategis nasional seperti jalan tol Trans Sumatera, berupa akses jalan langsung yang menghubungkan Pelabuhan Panjang dengan jalan tol tersebut,” kata Drajat.

Dengan adanya tol Trans Sumatera, imbuh Drajat, menjadi kesempatan semua komoditi bisa keluar tanpa harus jauh-jauh ke Tanjung Priuk. Jikapun nanti ada yang harus ke Tanjung Priuk kemasanya sudah komoditi ekspor.

“Persetujuan ekspor barangnya disini, BIB nya disini, sehingga tidak menyulitkan Tanjung Priuk lagi untuk transitment dari domestik ke internasional,” jelas Drajat.

Selain itu, Drajat menambahkan, terkait integrasi tol Trans Sumatera, Pelindo II Panjang sudah diskusi dengan instansi terkait. Dikatakannya, semua instansi mendukung rencananya.

“Kami sudah diskusi dengan Bappeda, Menko Perekonomian, dan juga sudah gulirkan ke DPR RI komisi VI, diskusi dengan HAKA selaku pemegang konsesinya tol Sumatera. Dan pada prinsipnya semua mendukung,” imbuhnya.

Diharapakn, dengan inovasi tersebut maka Pelabuhan Panjang bisa ikut andil dalam pembangunan daerah Lampung maupun Indonesia secara umumnya. Dengan menurunkan biaya logistik, harap Drajat, mampu menarik minat investor untuk masuk ke wilayah tersebut.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional