Seputar Jakarta

Perjuangkan Padi Varietas Unsoed 1, KADIN Siap Bawa Banyak Investor Eropa

  • Reporter:
  • Senin, 2 April 2018 | 15:48
  • / 16 Rajab 1439
Perjuangkan Padi Varietas Unsoed 1, KADIN Siap Bawa Banyak Investor Eropa
Osco Olfriady Letunggamu (kiri) Ketua KADIN Indonesia Komite Eropa saat mengikuti panen padi jenis Inpago Unsoed 1 di Donohudan, kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Osco Olfriady Letunggamu Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Komite Eropa optimis mengajak investor dari negara-negara di Eropa untuk berinvenstasi di Indonesia dalam membangun ketahanan pangan. Dikatakan Osco, salah satunya berinvestasi dalam pengembangan padi jenis Inpago Unsoed 1 di Indonesia, padi varietas baru yang saat ini belum banyak dikembangkan, padahal menurutnya, memiliki potensi yang sangat besar.

“Saya memulai dulu dari saya, sehingga kami benar-benar sebagai pelaku bisnis dalam pangan, sebelum saya sebagai Ketua KADIN komite Eropa-Russia mengundang investor asing investasi di Indonesia,” katanya di kantor pusat KADIN Indonesia Jl. Hos Cokroaminoto No. 122, Jakarta, Senin (02/04/2018).

Hal tersebut, kata Osco, sesuai dengan tujuan besar KADIN Indonesia saat ini. Dimana, lanjut Osco, KADIN bersama Ketua Umum Eddy Ganefo getol mengampanyekan Indonesia swasembada pangan.

“Kita di KADIN mengampanyekan Indonesia swasembada pangan bersama ketum pak Eddy Ganefo,” tandas Osco.

Osco optimis, dengan padi varietas baru ini dikembangkan di seluruh Indonesia, kebutuhan beras dalam negeri akan tercukupi. Untuk mengembangkan padi jenis Inpago Unsoed 1, Osco akan melibatkan investor dari Eropa. Ia yakin mampu mendatangkan investor dari negara-negara Benua Biru.

“Target kita adalah mengundang pengusaha di Eropa untuk datang berinvestasi di Indonesia, dan kami sangat optimis ini akan berhasil,” imbuh Osco.

Beberapa hari lalu, Osco mengikuti langsung panen padi jenis Inpago Unsoed 1 di Donohudan, kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dia merasa puas dengan hasil panen yang rata-ratakan 5-6 ton per hektar. Padi Inpago Unsoed 1, dikatakan Osco, selain dapat hidup di daerah berair dan kering, harganyapun sangat kompetitif.

“Semoga dengan keberhasilan panen padi varietas terbaru ini dapat membantu petani khususnya di daerah kering untuk dapat bertani. Padi Inpago Unsoed 1 selain dapat hidup di daerah berair dan kering, harganyapun sangat kompetitif. Harga gabah kering panen padi Inpago Unsoed 1 dipasaran diperkirakan seharga 5.000 rupiah per kilogram, dan ketika sudah menjadi beras kurang lebih 10.000 per kilogram,” kata Osco.

Diceritakan, tak lama setelah memanen padi waktu itu, Osco sempat memasak sedikit beras dari padi yang baru dipanen tersebut untuk dapat di konsumsi. Setelah hampir 3 jam menunggu, lanjut Osco, selesai juga 1 nampan rice cooker kecil nasi yang siap dikonsumsi.

“Terlihat nasi berwarna putih layaknya nasi biasa namun beraroma sangat wangi. Ketika saya mencoba, betapa terkejut serta terlena lidah dalam mengunyah nasi yang begitu nikmat dan terasa manis. Sempat terbingung dan tertukar rasa tersebut dengan nasi Jepang yang biasa saya santap di Restaurant Sushi,” pungkasnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional