Seputar Jakarta

Mimpi Jokowi, Eddy Ganefo dan Luwarso Siap Wujudkan 65 Cluster Industri Beras

  • Reporter:
  • Selasa, 27 Maret 2018 | 05:50
  • / 10 Rajab 1439
Mimpi Jokowi, Eddy Ganefo dan Luwarso Siap Wujudkan 65 Cluster Industri Beras
Luwarso saat mempresentasikan sistem BUMR Pangan Tepadu kepada pengurus KADIN Indonesia

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mendukung Luwarso, pimpinan Perseroan Terbatas Badan Usaha Milik Rakyat (PT BUMR) Pangan Terhubung Sukabumi dalam merealisasikan program 65 cluster industri beras dan pertanian terpadu di 65 kabupaten seluruh Indonesia. Hal itu sebagaimana yang disampaikan Ketua Umum KADIN Indonesia Eddy Ganefo, yang menurutnya konsep yang dibawa oleh Luwarso sangat penting.

“Kami sangat mendukung dan tentu ingin bersinergi, konsep yang diajukan oleh Pak Luwarso akan kita copy paste di daerah-daerah. Sehingga akan bisa terealisasi di seluruh Indonesia, yang harapannya tentunya akan menuju swasembada pangan,” kata Eddy seusai pertemuan dengan Luwarso di kantor KADIN Indonesia, Jakarta, Senin (26/03/2018).

Dijelaskan Eddy, hal tersebut juga menjadi harapan dari Presiden Joko Widodo. Ditegaskan, dengan terealisasikannya konsep ini akan tercipta petani-petani pengusaha. Lebih lanjut, setidaknya, tercipta petani paradigma baru, yang artinya petani bekerjasama dengan pengusaha bukan berdiri sendiri.

“Kalau petani berdiri sendiri pengusaha berdiri sendiri akhirnya yang masuk malah para broker-broker para mafia-mafia. Kalau petani dan pengusaha bergandengan maka mereka akan saling menguntungkan. Petani mendapat jaminan harga yang pantas dan pengusaha mendapat jaminan suplay,” imbuh Eddy.

Sebelumnya, Luwarso mengatakan pentingnya duplikasi program semacam ini di daerah-daerah lain. Harapannya tahun ini terbangun di 65 kabupaten dan 2019 sudah bisa produksi. Targetnya, dijelaskan, bisa tercipta swasembada pangan, stabilitas pangan, dan meningkatnya kesejahteraan petani.

“Jadi tercipta kesejahteraan petani,” kata Luwarso.

Manfaat Konsep

Lebih lanjut, Luwarso menjelaskan, PT BUMR Pangan Terhubung dalam bergeraknya mengorporasikan petani dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam skala ekonomi (economic scale). Dalam mengelola manajemen, lanjut Luwarso, dilakukan secara profesional, menggunakan aplikasi teknologi digiltal (sistem informasi multi enterprise), teknogi pasca panen yang modern dan pemasaran langsung ke pelanggan (supply chain ent to end).

“Konsep ini merupakan konsep yang berbasis economic sharing dan keuangan inklusi, sehingga akan berdampak selain penyediaan bahan pangan (swasembada pangan) juga menciptakan pertumbuhan ekonomi di pedesaan dan mengurangi kesenjangan (GINI ratio),” terangnya.

Manfaat lain, masih menurut Luwarso, adalah terbangunya sistem pendataan (data base) bahan pangan yang real time, akurat, dan terpusat. Sehingga, lanjutnya, dapat terkontrol oleh pemerintah untuk pengambilan sebuah kebijakan yang tepat dalam hal pangan.

“Bagi konsumen juga diuntungkan dengan harga yang kompetitif serta kulitas yang terjamin kepastiannya karena dengan aplikasi pangan ini bisa terlacak asal usulnya dan tidak ada broker dalam rantai distribusinya,” pungkas Luwarso.

Seperti diketahui, tahun lalu, saat menemui Luwarso, Presiden Joko Widodo meminta konsep koperasi petani secara modern yang dimotori oleh PT BUMR Pangan Terhubung di Sukabumi untuk menjadi percontohan di daerah lain. Hal tersebut  disampaikan Presiden saat berkunjung di Koperasi Arromah dan PT BUMR Pangan Terhubung di Sukabumi, Jumat, 1 September 2017. Diakui Jokowi, dirinya sudah lama mendengar PT BUMR Pangan Terhubung dalam mengorporasikan petani.

“Saya sudah dengar lama di PT. BUMR Pangan di Sukabumi ini adalah yang sering saya sampaikan mengorporasikan petani, ya ini,” kata Presiden setelah meninjau penggilingan beras milik koperasi .

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional