Seputar Jakarta

Khoirizi, Direktur Bina Haji yang Humanis

  • Reporter:
  • Kamis, 15 Februari 2018 | 10:38
  • / 29 Jumadil Uula 1439
Khoirizi, Direktur Bina Haji yang Humanis

Jakarta — Direktur Bina Haji Kementerian Agama Republik Indonesia, Khoirizi adalah sosok yang humanis, ramah, murah senyum, mudah bergaul dengan siapapun, khususnya di lingkungan Kementerian Agama. Beliau sangat dikenal akrab dengan siapapun, mulai dari satpam, para staf, direktur, para pejabat eselon, bahkan sampai Menteri Agama.

Khoirizi adalah anak ke-9 dari sepuluh bersaudara. Putra dari pasangan H. Dasir dan Hj. Nurlima ini sejak kecil sudah terlihat tekun, ulet dan pekerja keras. Saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), ia rajin menjajakan kue dagangan keliling kampung. Begitu juga semasa duduk di bangku SMP, ia rela membuang waktu bermainnya dan memilih membantu orang tua mencari nafkah dengan cara berjualan kue keliling kampung. Uang yang dihasilkannya pun terkadang digunakan untuk membayar iuran sekolah.

Di waktu SMA, untuk membiayai sekolahnya, Khoirizi bekerja sebagai kuli buruh bangunan. Di sini, ia mendapatkan upah yang minim dan tidak cukup untuk membiayai sekolahnya. Maka tak heran, jika di akhir bulan ia selalu diusir dari ruang kelas karena belum membayar SPP.

Usai tamat SMA, Khoirizi pergi ke Solo bersama dengan orang tua angkatnya. Setahun berada di Solo, ia tidak menemukan kejelasan akan masa depannya, sehingga ia memutuskan untuk hijrah ke Jakarta.

“Saya ke Jakarta ngadu nasib, ceritanya masuk Kementerian Agama enggak sengaja, saya ngaji aja g bisa. Dari SD sampai perguruan tinggi g ada basic agama. Pengalaman mondok di pesantren juga nggak ada, tapi Alhamdulillah orang tua saya guru ngaji, jadi ya ngaji dikit-dikit bisa lah,” kenang Khoirizi.

Pria kelahiran Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, 11 November 1961 ini mengawali karir di Kementerian Agama dimulai pada tahun 1983 sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) lulusan SLTA. Ia ditempatkan di sekjen biro umum urusan rumah tangga tepatnya di urusan dalam. Tugasnya yaitu melayani semua urusan dalam di pusat, mulai dari urusan dapur, urusan kebersihan sampai melayani keperluan Menteri.
Dalam menjalankan tugasnya, Khoirizi penuh semangat, pagi buta seusai menjalankan ibadah Sholat Shubuh, Khorizi berangkat dari rumah menuju Kantor untuk membersihkan lantai, menyiapkan minuman dan membersihkan ruangan.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1992 saat Menteri Agama dijabat oleh Tarmidzi Taher, Khoirizi diminta untuk membantu di rumah menteri di daerah Brawijaya. Saat itu, Khoirizi berfikir untuk meningkatkan kualitas SDM. Kemudian ia memutuskan untuk kuliah di Universitas Tarumanegara Jurusan Sosial Pemerintah dan lulus kuliah tahun 1996.

Ketika selesai kuliah, belum genap 20 hari usai wisuda, Khorizi diminta mengikuti diklat selama tiga bulan, biasanya diklat ini merupakan promosi untuk naik jabatan ke eselon 4.

“Alhamdulillah tidak dapat apa-apa. Disitulah saya sempat sedikit putus asa, saya diminta diklat cuma g diberi apa-apa, masih angkat meja, tukang nyapu, tukang ngepel, statusnya masih seperti itu,” kata Khoirizi.

Namun hal itu tidak merubah semangatnya untuk bekerja lebih keras lagi. Baginya, jabatan adalah sebuah amanah, hari ini bisa menduduki jabatan direktur, bisa jadi esok hari kembali lagi sebagai staf biasa.

Lima tahun berjalan dalam posisi yang sama, pada tahun 2001, Pria lulusan S2 Mercubuana ini dipromosikan naik jabatan sebagai eselon 4 dan menduduki Biro Perlengkapan. Enam bulan kemudian, Biro Perlengkapan dilebur sehingga para pegawai pindah ke bagian lain. Sebagian ke Biro Umum yang sekarang Biro Pengadaan dan sebagian lagi ke Biro Keuangan yang sekarang menjadi Biro Keuangan dan Barang Milik Negara. Akhirnya Khoirizi ikut ke mana-mana di biro tersebut sebagai Kasi Penyalur Barang.

Pria yang hobi olah raga ini pun bertemu Dirjen Bimas Islam Urusan Haji saat melakukan olah raga di lapangan Kemenag. Akhirnya Khoirizi diajak untuk membantu Dirjen Bimas Islam Urusan Haji dan menduduki jabatan sebagai Kasub Bag Rumah Tangga. Tahun 2005, Khoirizi pindah ke Kasi Evaluasi Haji.

Tiga tahun di Kasi Evaluasi Haji, pada tahun 2008, Khoirizi dilantik sebagai Kasub Bag TU Direktorat Pembinaan dan pada tahun 2010 Khoirizi pindah ke Kasi Pengawasan Haji Khusus.

Lagi-lagi, Khoirizi selalu mendapatkan tantangan baru karena bagian haji khusus melebur dengan adanya pembaruan menjadi Kasubdit Haji Khusus.

“Jadi saya selalu mendapat organisasi baru, merintis organisasi baru,” kata Khoirizi.

Satu tahu di haji khusus, ada persoalan baru di internal Kemenag sehingga Khoirizi pindah ke Kasubdit Bimbingan Petugas Haji hingga tahun 2013.
Di sini, Khoirizi mulai menata program-program tentang penyelenggaraan haji supaya lebih baik. Sejak tahun 2014, nilai kepuasan jamaah haji semakin meningkat dan puncaknya pada pelaksanaan penyelenggaraan haji tahun 2017 lalu. Dimana kepuasan jamaah haji mencapai 84,85%.

Pada bulan Agustus 2017, Kemenag di bawah Ditjen PHU membuka divisi baru dan melantik Khoirizi sebagai Direktur Bina Haji. Sebagai direktur baru di sebuah divisi baru, Khoirizi punya komitmen untuk menyiapkan petugas dan jamaah untuk bisa mendukung program-program pelaksanaan haji supaya berjalan dengan lancar.

Menurutnya, komitmen ,kordinasi dan komunikasi adalah kunci terlaksananya penyelenggaraan haji yang lebih baik. Tanpa tiga hal ini, pelaksanaan haji akan menjadi berat, sebaik apapun program, sebaik apapun perencanaan tanpa ada komitmen semua pihak, tidak melakukan kordinasi dan komunikasi semua program akan berubah.

“Mudah-mudahan kedepan para petugas haji dapat memberikan pelayanan dengan baik, melaksanakan tugas dengan baik. Ketika kita memberikan pelayanan kepada jamaah, insya Allah ibadahnya pasti dapat,” kata Khoirizi.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional