Seputar Jakarta

Demografi Indonesia, Kemenperin Nilai Kebaikan dari Pencipta

  • Reporter:
  • Minggu, 28 Januari 2018 | 01:09
  • / 11 Jumadil Uula 1439
Demografi Indonesia, Kemenperin Nilai Kebaikan dari Pencipta
Menteri Perindustrian Ir. Airlangga Hartarto, MBA, MMT

Indonesia menempati peringkat ke-5 dunia penyumbang pertumbuhan global era digitalisasi, sesuai laporan World Economic Forum (WEF) 2018 di Davos, Swiss.

Tercatat Indonesia berkontribusi sampai 2,5% di atas Korea Selatan (2%), Australia (1,8%), Kanada (1,7%), Inggris (1,6%), dan Turki (1,2%). Sementara kontribusi tertinggi ditempati oleh China (35,2%), diikuti Amerika Serikat (17,9%), India (8,6%), dan Uni Eropa (7,9%).

Data United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), bahkan, mencatat perkembangan pasar ekonomi digital sampai 2015 telah mencapai 23 trillion dolar AS.

Kondisi memprihatinkan sekaligus peluang usaha itulah yang kini terus digenjot Airlangga Hartarto (Kementerian Perindustrian RI) dan kalangan Wakil Rakyat (DPR RI) yang meyakini Bonus Demografi Indonesia merupakan berkah Sang Pencipta dan bukan petaka.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen – BKSAP DPR RI, Juliari P Batubara, meminta APPF (Asia Pasific Parliamentary Forum) berperan aktif dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah untuk merebut pasar di era digital.

“Peluang UMKM di ekonomi digital tentu harus diantisipasi. Pelaku e-commerce yang sudah besar kita dorong untuk merangkul UMKM kerja sama itu saya yakini bisa meraih hasil yang lebih baik,” ujarnya di Jakarta, Minggu (28/1). Diakuinya, hal itu terus didengungkannya dalam setiap dinas ke luarnegeri termasuk mewakili DPR RI dalam sidang tahunan APPF ke-26 di Hanoi, Vietnam 18 – 21 Januari baru lalu.

Alasannya, studi menyebut kontribusi UMKM terhadap kemajuan ekonomi dalam lima tahun terakhir juga meningkat dari 57 persen menjadi 60 persen lebih. Apalagi daya serap UMKM terhadap tenaga kerja juga cukup tinggi.

Di tempat terpisah, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengakui terus menggenjot pengembangan manufaktur ke depan dengan potensi unggul dalam upaya menghasilkan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten agar bisa menangkap peluang di era ekonomi digital saat ini.

“Banyaknya perguruan tinggi serta lembaga pengetahuan dan teknologi sebagai keunggulan bisa menjadi pool of talents atau wadah pencetak para SDM berbakat tersebut. Kemenperin telah membuat teknopark di beberapa kota, seperti Jakarta, Batam, Surabaya, dan Bali. Bahkan, ada yang berdampingan dengan universitas sehingga terintegrasi,” ujarnya di Jakarta seraya mengungkap pertemuan WEF 2018 di Davos, Swiss, 23-26/1/2018 menjadi awal bangkit program link & match antara dunia pendidikan & industri.

Sidang pleno bertema Supporting the MSMEs in the Digital Age mencatat perkembangan pengguna internet di Indonesia yang mencapai 93,4 juta orang sedangkan pengguna telepon pintar telah mencapai 71 juta.” Pertanyaannya mampukah pada saatnya transaksi digital di Indonesia bisa menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan target melibatkan 1000 teknopreneur?” tanya Juliari, wakil rakyat Indonesia itu.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional