Seputar Jakarta

Lembaga Riset Monitoring Indonesia Umumkan Riset Pemberitaan Capres Tahun 2019

  • Reporter:
  • Selasa, 19 Desember 2017 | 19:35
  • / 30 Rabiul Uula 1439
Lembaga Riset Monitoring Indonesia Umumkan Riset Pemberitaan Capres Tahun 2019

Jakarta – Lembaga Riset Monitoring Indonesia (RMI) hari ini mengumumkan hasil riset yang telah dilakukannya terkait riset pemberitaan partai politik, parlemen, pemerintah dan tren tone capres – cawapres tahun 2019. Dalam riset ini, Riset Monitoring Indonesia melakukan riset dengan metode purposive sampling ke 6 media cetak terpilih yakni Harian Kompas, Koran Tempo, Jawa pos, Republika, Media Indonesia dan Koran Sindo yang dilakukan mulai 10 Agustus hingga 25 November 2017.

Direktur Riset Monitoring Indonesia, Ali Rif’an mengatakan, dipilihnya media cetak sebagai riset daripada RMI ini adalah karena menurut survei Nielsen pada triwulan IV-2016 sampai triwulan III-2017 di sebelas kota di Indonesia memperlihatkan bahwa media cetak dianggap pembaca lebih akurat, meskipun tidak menafikan media lainnya seperti media elektronik dan media online juga akurat.

“Media cetak dianggap lebih akurat karena dari sisi waktu melakukan validasi data lebih lama ketimbang media jenis lainnya. Namun salah satu kelemahan media cetak adalah waktu tayangnya cukup lama. Tidak seperti media online ataupun media elektronik yang mampu menyajikan berita super cepat, bahkan dalam hitungan menit,” kata Rif’an di Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Terkait dengan riset Politik, RMI menemukan kegiatan partai mendominasi pemberitaan partai politik selama Agustus-November. Yang menarik, partai Perindo merupakan partai yang mendominasi pemberitaan terkait dengan kegiatan partai seperti kegiatan bakti sosial, bagi-bagi paket sembako, bagi-bagi gerobak untuk UMKM serta kegiatan internal lainnya.

Terkait dengan riset Parlemen, RMI menemukan bahwa DPR menjadi salah satu bagian dari Parlemen yang mendominasi pemberitaan selama Agustus-November 2017. Tema korupsi mendominasi pemberitaan yang melibatkan beberapa anggota parlemen seperti Setya Novanto dalam kasus KTP elektronik.

Terkait dengan Pemerintahan, RMN menemukan kinerja dan kebijakan Pemerintah mendominasi pemberitaan selama Agustus-November 2017. Tema kinerja lembaga eksekutif seperti Presiden dan Wapres, kinerja lembaga kementerian seperti Kemendikbud, Kemenkumham, Pariwisata, ESDM, Kemendagri, Kemenkes, Kemenag dan lainnya.

Terkait dengan riset Pencapresan, nama Joko Widodo mendominasi pemberitaan di media massa  dengan 56 persen dibandingkan dengan kandidat-kandidat lain dalam kurun waktu selama 4 bulan. Dari sisi kuantitas tone/nada positif dan netral pemberitaan, Joko Widodo mendominasi sedangan tone negarif juga masih mendominasi dengan isu komunisme yang masih membayangi dalam Pilpres di tahun 2014 lalu.

Di bawah Joko Widodo ada sejumlah nama seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Temuan Riset Media Monitoring menunjukkan, terkait capres-cawapres, nama Joko Widodo 56 persen, Muhaimin Iskandar 17 persen, Gatot Nurmantyo 11 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 8 persen,” kata Rif’an.

Posisi selanjutnya diisi oleh Ketua MPR sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan 5 persen. Hal yang mengejutkan adalah pemberitaan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang tergolong sedikit hanya 3 persen.

Rifan mengatakan, meningkatkan pemberitaan soal Muhaimin Iskandar karena santernya kabar PKB yang akan mengusungnya sebagai capres di 2019. Begitu juga Gatot Nurmantyo, Zulkifli dan AHY yang masuk dalam bursa Pilpres di tahun 2019.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional