Seputar Jakarta

Bursa Sajadah Pusatnya Oleh-Oleh dan Perlengkapan Haji Umrah di Indonesia

  • Reporter:
  • Selasa, 19 Desember 2017 | 11:29
  • / 30 Rabiul Uula 1439
Bursa Sajadah Pusatnya Oleh-Oleh dan Perlengkapan Haji Umrah di Indonesia

Jakarta – Bagi masyarakat Indonesia, membawa oleh-oleh merupakan tradisi bahkan menjadi sebuah kewajiban ketika mereka telah melakukan bepergian. Oleh-oleh merupakan hal yang ditunggu-tunggu bagi keluarga atau sanak family yang ditinggalkannya. Begitu juga ketika para jamaah haji maupun umrah ketika hendak melakukan ritual perjalanan haji maupun umrah.

Para jamaah haji dan umrah yang masih bingung mencari oleh-oleh dan perlengkapan haji maupun umrah, Bursa Sajadah menyediakan berbagai macam oleh-oleh dan perlengkapan seputar haji dan umrah.

CEO Bursa Sajadah Heera Syahir Karim Vasandani mengatakan Bursa Sajadah hadir untuk memberikan kemudahan kepada para jamaah haji muapun umrah dalam mencari oleh-oleh dan perlengkapan haji maupun umrah.

“Toko ini berdiri untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada para jamaah. Jamaah g usah repot-repot bawa oleh-oleh dari sana (Arab Saudi). Urusan kurma, sajadah dan lainnya ada disini, toh barang yang dijual disana sama dengan yang dijual disini. Disana khusus untuk jamaah melakukan ibadah dan belanja oleh-olehnya disini,” kata Heera saat berbincang dengan Majalah Rindu Kabah di Jakarta.

Heera menjelaskan, produk-produk yang tersedia di Bursa Sajadah merupakan produk yang didatangkan dari luar ngeri, selain itu juga tersedia produk dalam negeri yang diantaranya sudah diproduksi sendiri oleh Bursa Sajadah. Untuk produk yang didatangkan dari luar yaitu berbagai jenis kurma seperti kurma Nabi/Ajwa, Meddjoll, Safawi, Salabi, Sayer dan lainnya. Selain itu juga ada berbagai macam produk kacang khas Arab seperti kacang Arab/Cheakpeas, kacang pistachio, kacang alond kacang macadamia serta berbagai produk lain seperti air zamzam, buah tin, kismis dan lainnya.

“Awal tahun 2009 kita buat home brand dengan nama Arafah, produk ini bergerak di suplemen timur tengah seperti madu, sari kurma, minya zaitun, habatussaudah dan lainnya,” kata Wanita Lulusan Curtin University of Technology Australia tersebut.

Seiring berjalannya waktu, Arafah juga menggarap produk-produk makanan yang dikemas secara apik dalam kemasan seperti kurma, buah tin, apricot, kismis, kacang arab dan lainnya. “Kita kemas dalam berbagai ukuran, intinya sih untuk memudahkan jamaah, namun juga kita sediakan yang curah,” jelas Heera.

Pada Tahun 2010 Bursa Sajadah juga meluncurkan home brand baru dengan merek Sykava. Produk ini fokus untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan jamaah. “Sekarang Sykava fokusnya di haji umrah dari mulai putihan, ihram, masker, sarung tangan, topi, sandal, sepatu semua kita merek sikaffa,”jelas Heera.

Di Tahun 2011, Bursa Sajadah juga membikin merek dengan nama Zalira yang diambil dari gabungan nama anak-anaknya yaitu Mirza, Maliha dan Hira. Brand Zalira fokus di baju timur tengah seperti abaya. Selain  itu ada juga brand Syahira yang fokus di baju tunik dan iner-iner. Kemudian ada juga brand  Syakila yang fokus ke arah abaya-abaya modern dan baju-baju syari.

Pemasaran

Selain melakukan pemasaran secara offline yang ada di sembilan gerai, Bursa Sajadah juga memanfaatkan pemasaran secara online, hal ini untuk memudahkan para jamaah yang ingin memesan produk namun jauh dari gerai. Cara pemesanannya bisa dilakukan dengan menelpon atau membuka website bursasajadah.com dan melakukan pemesanan di nomer yang tertera di website.

Dari segi persaingan, Heera mengaku sudah banyak usaha sejenis yang menyediakan oleh-oleh mupun perlengkapan haji. Misalnya di Jakarta seperti di Tanah Abang, Thamrin City maupun Mangga Dua, namun Ia yakin dengan kelebihan yang dimiliki Bursa Sajadah tentu berbeda dengan yang lain.

“Pertama kita memang one stop shopping, jadi customer ketika datang bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kita ingin memberikan kemudahan dari sisi customer belanja, customer ketika datang bisa mendapatkan kurma, sajadah, pashmina, sarung, tasbih, kain ihram dan sebagainya di satu tempat. Kita berikan kenyamanan dan kemudahan,” ucap Heera.

Berdiri sejak tahun 1998, Bursa Sajadah telah memiliki sembilan gerai yang tersebar di berbagai wilayah seperti Bandung, Bekasi, Bogor, Jakarta, Malang, Surabaya, Solo dan Tangerang.

Kedepan Heera ingin melebarkan sayapnya untuk menjangkau para customer yang berada di luar Jawa. “Tentu kita ingin buka di luar Jawa, tapi untuk kesana butuh persiapan yang matang dan juga manajemen yang kuat,” pungkasnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional