Seputar Jakarta

Sri Ilham Lubis Mulai Siapkan Pelayanan Jamaah Haji Luar Negeri Tahun 2018

  • Reporter:
  • Senin, 18 Desember 2017 | 02:56
  • / 29 Rabiul Uula 1439
Sri Ilham Lubis Mulai Siapkan Pelayanan Jamaah Haji Luar Negeri Tahun 2018

Jakarta – Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag), Sri Ilham Lubis mengucapkan syukur atas penilaian yang diberikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap survey indeks kepuasan jamaah haji tahun 2017 yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya 83,83% menjadi 84,85 %.

“Patut kita syukuri, walaupun penyelenggaraan haji berhasil dan lancar dalam pelaksanaannya tetapi masih didapatkan permasalahan-permasalahan. Ada kekurangan-kekurangan yang harus kita carikan solusinya agar tidak terulang kembali untuk penyelenggaraan haji di tahun yang akan datang,” kata Sri Ilham di kantor Kemenag, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Terkait dengan layanan haji di luar negeri, menurut Sri Ilham ada beberapa hal yang menjadi evaluasi untuk tahun yang akan datang. Pertama yaitu soal akomodasi di Madinah. Pada tahun lalu, kata Sri Ilham, terdapat perpecahan penempatan jamaah, satu kloter di 3 atau 4 hotel, hal ini dikarenakan sistem penyewaan yang dilakukan menggunakan sistem bloking time atau semi musim.

“Artinya didalam sistem penyewaan kita dengan penyedia hotel itu sesuai dengan jadwal kedatangan jamaah di Madina. Jadi, cek in tanggal berapa dan cek out tanggal berapa, itu waktunya sudah dijadwal,” katanya.

Selain itu, kata Sri Ilham, di Arab Saudi juga ada aturan bahwa jamaah tidak boleh diberangkatkan ke Makkah setelah jam 6 sehingga ada pemenuhan jamaah haji di Madinah.

“Hotel di Madinah tidak kita sewa satu musim sebagaimana di Makkah, ketika ada perubahan jadwal atau ada jamaah dari negara lain yang penerbangannya delay mau tidak mau penyedianya harus mencarikan hotel di tempat lain, jadi ini yang kita memang rasakan permasalahan dengan sistem penyewaan semi musim,” jelas Wanita lulusan Al Azhar, Kairo, Mesir.

Sri Ilham menjelaskan, usulan penyewaan hotel di Madinah satu musim sebenarnya sudah dilakukan satu tahun yang lalu, tapi sebelumnya memang tidak ada masalah karena adanya pemotongan kuota haji Indonesia sebesar 20 persen. “Ketika kuota itu kembali ke kuota awal plus ditambah 10 ribu jamaah tentu ini harus kita lakukan evaluasi lagi,” katanya.

“Kita juga bersaing dengan negara lain, dari satu Dzulkaidah sampai lima belas Muharrom hotel itu di bloking sama negara-negara lain, jadi mengurangi ketersedia hotel yang ada di sekitar Masjid Nabawi,” lanjutnya.

Oleh karena itu, saat ini pihaknya mengusulkan supaya penyewaan hotel di Madinah satu musim. “Tapi satu musim untuk semua jamaah kita juga tidak memungkinkan karena jumlah hotel di Madinah juga tidak mencukupi. Jadi kita kombinasikan pola penyewaan hotel di Madinah satu musim seperti di Makkah dan juga menggunakan bloking time seperti tahun sebelumnya. Kalau seperti itu insya Allah kita akan mengurangi permasalahan seperti yang tahun lalu terjadi,” katanya.

Evaluasi kedua yaitu terkait dengan konsumsi jamaah haji saat berada di Makkah. Pada tahun lalu, jamaah haji mendapatkan jatah makan sebanyak 25 kali di tambah snack.

“Kemarin sehari makan dua kali ditambah snack pada malam hari, kita usul dari jumlah hari yang ada disana, lalu hari-hari yang crowded (padat) adanya kesulitan akses memberi makan, kira-kira 15 hari untuk 30 kali makan,”katanya.

Hasil evaluasi ketiga yaitu terkait pendingin tenda di Arafah. Menurut Sri Ilham, pada pelaksanaan ibadah haji tahun lalu, jamaah haji sudah menggunakan tenda baru yang lebih bagus dan kokoh namun dari sisi pendingin masih kurang maksimal.

“Menggunakan mist fan atau water cooler dirasa kurang dingin sehingga jamaah membuka sisi tenda dan angin masuk padahal angin yang masuk angin panas soalnya pada siang hari kan panas. Kita evaluasi dengan pihak muasasah supaya tahun ini dirubah menggunakan peralatan yang lain,” katanya.

Hasil evaluasi terakhir yaitu penempatan jamaah saat berada di Mina. Menurutnya, dengan jumlah jamaah haji yang bertambah sedangkan lokasi di Mina tidak bertambah tentu akan mengurangi space jamaah. Selain itu, adanya beberapa maktab yang ditempati jamaah haji furoda sehingga mengakibatkan tidak semua jamaah haji tertampung di tenda.

“Semua yang diberikan muasasah ada 70 maktab, tahun lalu 68 maktab, setiap maktab kurang lebih 3000 jamaah, 7 sampai 8 kloter. Ada 9 maktab yang penempatannya di Mina Jadid karena memang ketebatasan lahan di Mina. Tahun depan kita usulkan minta 72 maktab,” katanya.

Ia juga menyoroti ketersediaan toilet yang tidak ditambah, padahal jumlah jamaah haji mengalami peningkatan sehingga antrean jamaah haji untuk menggunakan toilet saat di Mina semakin panjang.

“Masalah krusial ini sudah kita sampaikan ke muasasah pada saat kunjungan kemarin, selain melakukan penjajakan survey harga akomodasi dan catering, kita juga melakukan koordinasi persiapan haji dengan instansi terkait disana,” pungkasnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional