Seputar Jakarta

Ancaman Serius NKRI, Menuntut Generasi Muda Bangkit

  • Reporter:
  • Rabu, 29 November 2017 | 23:54
  • / 10 Rabiul Uula 1439
Ancaman Serius NKRI, Menuntut Generasi Muda Bangkit
Seminar “Memaknai Arti Bhenika Tunggal Ika dalam Menjaga Keutuhan NKRI” di Aula Intitute for Piece of Democracy (IPD) di Jl. Prabu Udayana No. 100 Bukit Jimbaran, Bali, Rabu (29/11/2017).

Lentera indonesia institute berkerjasama dengan Compass (Community Of Political Science Student) Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik  menggelar seminar kebangsaan dengan tema “Memaknai Arti Bhenika Tunggal Ika dalam Menjaga Keutuhan NKRI” di Aula Intitute for Piece of Democracy (IPD) di Jl. Prabu Udayana No. 100 Bukit Jimbaran, Bali, Rabu (29/11/2017). Acara ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai Universitas di Bali.

Dijelaskan I Gede Wega Prastama selaku ketua panitia, kegiatan ini dilakukan untuk menambah wawasan generasi muda, khususnya yang berada pada wilayah Denpasar-Badung dan sekitarnya mengenai pentingnya menjaga keutuhan NKRI. Terlebih, menurutnya, kondisi Negara sedang mengalami berbagai masalah serius yang dapat mengancam NKRI.

“Dengan terselenggaranya seminar kebangsaan ini, diharapkan bahwa peserta seminar dapat menjadi pelopor bagi orang di sekitarnya berkaitan pentingnya untuk menjaga keutuhan NKRI kedepan, serta mampu memilih dan menyikapi berbagai berita yang tersebar di media sosial,” katanya.

Menurut Wahyu Budi Nugroho, S.Sos, M.A, konsep kebangsaan yang selama ini dianut adalah konsep kebangsaan dari Ernest Renan dan Otto van Bauer. Dijelaskan, suatu bangsa terbentuk karena dua hal yaitu kesamaan riwayat sejarah dan keinginan untuk bersatu. Pada sisi yang lain, kata Wahyu, saat ini ada potensi permasalahan lain di Indonesia, diantaranya potensi munculnya pemikiran tentang internasionalis dan internasionalisme yang mengkritik nasionalisme.

“Ini adalah ancaman yang sedang kita hadapi di era sekarang. Internasionalisme ini muncul dengan dua wajah, salah satunya internasionalisme berwajah agamis, contohnya adalah munculnya isu kekhalifahan Islam garis keras, jika ini terjadi maka Indonesia, Brunei dan Malaysia akan menjadi sebuah provinsi saja,” papar dosen Universitas Udayana.

Acara berlangsung meriah, peserta terlihat antusiasme ketika seminar berlangsung. Hadir sebagai pemateri dalam diskusi yaitu sosiolog yang juga dosen Universitas Udayana Wahyu Budi Nugroho, S.Sos, M.A, aktifis lingkungan Bali sekaligus pegiat Sanglah Institute Gede Kamajaya, S.Pd, MSI, dan jurnalis dari salah satu media nasional di Indonesia Nungki kartika sari.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional