Seputar Jakarta

Soal TKI, Servulus Berharap Santri Bisa Menjadi Agen Informasi

  • Reporter:
  • Minggu, 19 November 2017 | 19:17
  • / 29 Safar 1439
Soal TKI, Servulus Berharap Santri Bisa Menjadi Agen Informasi
Dr. Servulus Bobo Riti, Gus Wahyu NH Aly, Kiai Lukman Nursalim

Kepala Bagian Humas Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Dr. Servulus Bobo Riti berharap, jamaah majlis bisa membantu menjadi agen informasi kepada masyarakat terkait dengan TKI seperti tentang memahami prosedur  dan mekanisme menjadi TKI.

Hal itu disampaikan di depan jamaah majlis Ashabul Kahfi dalam kegiatan rutin bulanan kajian kitab kuning dan dzikir tarekat Syadziliah di masjid An-Nahdhah, di kantor pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di Jalan Kramat Raya No. 164.

“TKI non prosedural sering menjadi masalah. Ini perlu diselesaikan masalah secara bersama-sama,” katanya, Sabtu malam (18/11/2017).

Pada kesempatan tersebut, mantan Wakil Sekjen DPP KNPI ini juga menyatakan, agar bekerja menjadi TKI di luar Negeri harus menjadi pilihan kedua. Pilihan pertamanya adalah bekerja di dalam Negeri.  Menurutnya, lebih baik bekerja di dalam Negeri, bisa membangun negeri sendiri.

“Bagi yang masih menganggur silahkan bekerja di luar Negeri tapi itu hanya pilihan ke dua, pilihan pertama tetap bekerja di dalam Negeri. Saya lebih senang agar bisa bekerja di dalam Negeri menjadi pilihan pertama,” papar Pertukaran Pemuda ASEAN-Jepang 1993 ini.

Dalam kesempatan yang sama, sebelumnya, dewan guru majlis Ashabul Kahfi yang juga ketua umum Kiai Muda Indonesia Gus Wahyu NH Aly mengatakan, agar para santri memiliki tekad yang teguh dalam meraih pendidikan formal. Dikatakan, tidak ada orang mati kelaparan karena kerja untuk menimba ilmu, untuk sekolah setinggi-tingginya. Ditegaskan, pendidikan formal membantu membentuk karakter santri lebih tangguh dalam membimbing masyarakat.

“Pesan saya tidak banyak, pendidikan, pendidikan, pendidikan,” tegasnya.

Dalam acara tersebut diisi lantunan sholawat yang diiringi hadrah, ceramah umum, kajian kitab Minahus Saniah, dan dzikir bersama tarekat Syadziliah. Hadir di dalamnya juga diantaranya Kiai Rahmat dari Bekasi, pengasuh pesantren Bintang Mazaya Kiai Lukman Nursalim dan jamaah majlis Ashabul Kahfi yang berada di Jakarta.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional