Seputar Jakarta

Dengan Polos, Siswi Cantik asal Kediri Ini Mengidolakan Menteri Perindustrian Airlangga

  • Reporter:
  • Kamis, 16 November 2017 | 04:27
  • / 26 Safar 1439
Dengan Polos, Siswi Cantik asal Kediri Ini Mengidolakan Menteri Perindustrian Airlangga
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Direktur Utama PT Gudang Garam Tbk Istata T Siddartha pada Dialog Nasional ke-5 Sukses Indonesiaku yang dipandu oleh musisi Didi Kempot di Gedung Sasana Kridha Surya Kencana PT Gudang Garam Tbk, Kediri, 15 November 2017.

Salah seorang peserta Dialog Nasional Ke-5 di gedung Sasana Kridha Surya Kencana PT Gudang Garam Kediri, Jawa Timur, Intanika Nur Yolanda siswi cantik kelas 12 Boga 3 SMK 3 Kediri, peraih smartphone di acara tersebut, atas pertanyaannya yang dinilai bagus dan cerdas ini mengaku Airlangga Hartarto sebagai menteri yang paling diidolakannya. Diakuinya, Airlangga sebagai sosok menteri yang serius memperhatikan pelajar SMK.

“Saya bangga dengan Pak Menteri Airlangga, semoga beliau selalu sehat. Saya bersyukur memiliki Presiden yang mampu memilih menterinya dengan tepat,” kata sisiwi asal Desa senden, kec. Kayen Kidul, Kediri kepada wartawan, sesaat turun dari panggung acara, Rabu, 15 November 2017.

Sebelumnya, saat sambutan acara, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto tegaskan pemerintah akan memberikan perhatian lebih kepada para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Pemerintah akan prioritaskan SMK. Pemerintah menargetkan akan merevitalisasi 1.700 SMK hingga 2019.

“Kalau sudah semuanya terealisasi, maka akan ada 1 juta siswa (SMK) yang mendapatkan pelatihan,” katanya di hadapan ribuan pelajar dalam sambutan di acara Dialog Nasional Ke-5 di gedung Sasana Kridha Surya Kencana PT Gudang Garam Kediri.

Airlangga juga mengatakan, pemerintah akan menggencarkan pendidikan vokasi dalam dua tahun terakhir. Dijelaskan, peningkatan sekolah vokasi bisa mendorong daya saing industri. Namun, kata Airlangga, ada anggapan sekolah vokasi lebih sulit karena jumlahnya belum banyak.

“Pendidikan vokasi harus dibangun sekompetitif mungkin agar mempunyai daya saing masuk ke sektor industri,” tambahnya disambut sorak-sorai antusiasme peserta.

Selain itu, pemerintah telah membuat kurikulum berbasis kompetensi serta tersambung dan sesuai (link and match) dengan industri. Nantinya, lulusan vokasi yang terampil akan terserap di dunia kerja sesuai dengan kebutuhan. Ia mencontohkan, Jawa Timur termasuk salah satu kota yang telah menjalankan program link and match pertama di Indonesia. Bahkan 32 persen pendapatan Jawa Timur berasal dari sektor industri. “Industri Indonesia sudah masuk peringkat ke-9 dunia,” katanya.

 

  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional