Seputar Jakarta

Nusron Wahid Ajak Santri Jadi Agen Perlindungan TKI

  • Reporter:
  • Selasa, 24 Oktober 2017 | 11:03
  • / 3 Safar 1439
Nusron Wahid Ajak Santri Jadi Agen Perlindungan TKI

Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid mengajak kalangan santri untuk ikut  mewarnai semua ruang dan sektor sentral dalam pembangunan  Indonesia, termasuk sebagai agen perlindungan Pekerja Migran Indonesia.  Menurut Nusron, kaum santri tidak boleh hanya sampai pada seremonial peringatan hari Santri Nasional saja. Mantan Ketua Umum GP Ansor ini, telah berhasil meyakinkan pemerintah dan komponen bangsa  untuk menetapkan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober sebagai legasinya.

Menurutnya, ada tiga ruang utama yang harus dimasuki oleh santri yaitu birokrat, profesional, dan pengusaha dengan ilmu agama sebagai landasan dan penuntunnya. Artinya bahwa para santri harus mengimplementasikan ilmu agama yang dipelajari selama masa proses di pondok pesantren dengan ikut serta membangun kehidupan sosial kemasyaratan tersebut. Nusron Wahid menilai peran santri sangat sentral dan strategis dalam upaya mengisi kemerdekaan bangsa ini.  Diantaranya melalui pemenuhan tiga ruang atau sektor utama tersebut.

“Makanya harus ada semangat bahwa santri harus bisa masuk ke dalam semua lini kehidupan bangsa, untuk ikut mengawal gagasan para ulama pendahulu dan pendiri negara bangsa ini,” kata Nusron di hadapan ratusan kiai dan santri di Kudus dalam acara sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia yang dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Qudsiyyah Putri, Kabupaten Kudus (Minggu, 22/10/17).

Dalam acara itu, hadir sekitar 250 peserta yang terdiri dari kalangan ulama, tokoh masyarakat, serta santriwan-santiwati pesantren yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kudus. Hadir juga sejumlah tokoh NU Kabupaten Kudus. Turut hadir Kepala Bagian Humas BNP2TKI, Servulus Bobo Riti,  Kepala BP3TKI Semarang, Suparjo, dan Kasubdit Sosialisasi BNP2TKI, Joko Purwanto.

Nusron Wahid menyatakan, bahwa para santri harus punya kepedulian tentang dunia ketenagakerjaan pada umumnya dan pekerja migran khususnya. Melalui kegiataan sosialisasi penempatan dan perlindungan TKI  ini, diharapkan para santri kemudian menjadi agen perlindungan  dengan cara  menyampaikan  pengetahuannya dan informasi  kepada keluarga atau tetangganya. Mengingat  sebagian besar  wilayah Jawa Tengah ini  adalah daerah sumber TKI atau paling tidak setiap kampung banyak warganya yang  menjadi TKI di luar negeri.

“Mari bantu  agar keluarga kita yang menjadi TKI tidak terzalimi. Santri menjadi agen perlindungan TKI,” tegas inisiator Hari Santri Nasional ini.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional