Seputar Jakarta

Jhonboy Nababan, Membangun Masyarakat dengan Hukum

  • Reporter:
  • Sabtu, 5 Agustus 2017 | 19:04
  • / 12 Djulqa'dah 1438
Jhonboy Nababan, Membangun Masyarakat dengan Hukum

JAKARTA, SeputarJakarta.com – Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia dikejutkan oleh video pembakaran seorang yang diduga mencuri amplifier di sebuah mushola.

Video ini menjadi viral, bahkan dalam 24 jam terakhir video tersebut selalu menghiasi beranda social media netizen.
Kita patut bertanya pada diri sendiri, haruskah seseorang pencuri mendapat hukuman sebar-bar itu.

Bagaimana tidak, Saat kemajuan teknologi sudah kian tak terhenti, namun di salah satu sudut kota yang tak begitu jauh dari Ibukota Negara Indonesia terjadi sebuah tragedi kemanusiaan yang menggambarkan keadaan masyarakat kita yang sangat tidak beradab.

Selama ini masyarakat mengira bahwa Hukum selalu saja tajam kebawah dan tumpul keatas.

Namun kejadian yang menimpa pria berinisial MA yang dibakar hidup-hidup oleh massa karena diduga telah mencuri amplifier mushola di daerah Bekasi, menunjukkan bahwa permasalahan hukum yang sebenarnya bukan hanya soal minimnya integritas aktor penegakan hukum, namun juga kurangnya pengetahuan hukum pada masyarakat.

Banyak masyarakat lemah yang membutuhkan bantuan hukum, tapi tak memiliki akses hukum dsn begitu banyak pula masyarakat yang tak sadar hukum akhirnya berbuat seenaknya.

Setidaknya dua sudut pandang inilah yang membuat seorang pemuda asal Jakarta bernama Jhonboy Nababan tergerak menggeluti dunia hukum.

“Awalnya saya sering bantu teman yang kena kasus, dari situ saya lihat masyarakat banyak yang ga paham hukum, akhirnya saya termotivasi belajar mendalami hukum, biar bisa bantu sesama” tutur Jhonboy ketika diwawancarai SeputarJakarta.com.

Melalui Jhonboy Nababan & Rekan ia mendedikasikan waktu, tenaga dan pikiran untuk membantu warga yang membutuhkan konsultasi dan pendampingan hukum. Law firm yang berkantor di daerah Kemang Jakarta Selatan ia dirikan sejak 3 tahun lalu bersama beberapa temannya.

Pria lulusan Fakultas Hukum ini memiliki idealisme bahwa untuk menjadi pengacara kondang yang dibutuhkan adalah konsistensi dalam belajar. Sejak pertama kali dilantik menjadi anggota Peradi Ia telah magang di beberapa kantor bantuan hukum yang tentunya untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalamannya dalam menangani kasus hukum.

“Belajar itu kuncinya, ga cuma belajar membaca buku, tapi juga belajar di lapangan, karena banyak ilmu yang didapat dilapangan,” ungkap Pria kelahiran Jakarta 38 Tahun silam.

Selain belajar dan integritas adalah faktor utama, banyak pengacara yang hanya berorientasi materi. Hal ini tentu semakin mempertebal jurang ketidakadilan antara si kaya yang bisa membayar pengacara dan si miskin yang tak kuasa menahan perihnya pisau hukum yang hanya tajam pada masyarakat lemah.

Bagi Jhon, menjadi ADVOCAT adalah menjadi penolong. Orientasi ADVOCAT harusnya bukan semata orientasi materi, tapi menolong masyarakat untuk mendapatkan akses terhadap hukum.

Oleh karena itu ia menyayangkan adanya pengacara bodong yang hanya berorientasi materi. Padahal bagi seorang pengacara, integritas dan kredibilitas adalah sesuatu yang harus dijaga.

“Bukan semata orientasi materi akan tapi membantu masyarakat mendapatkan akses hukum, oleh karena itu penting menjaga integritas,” ucap Jhonboy.

Tak cukup disitu, Jhonboy ini juga sempat mendirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Putra Bangsa yang ia hibahkan untuk membantu masyarakat tidak mampu dan korban kejahatan lainnya yang memerlukan bantuan hukum.

Melalui lembaga ini pula ia membangun kesadaran hukum pada masyarakat mulai dari lingkungan terdekat. Ia beranggapan untuk menjadi bangsa yang beradab, masyarakat harus memiliki kesadaran hukum.

“Lembaga ini khusus membantu bagi siapapun yang memerlukan kuasa hukum buat masyarakat tidak mampu atau korban kejahatan lainnya,” jelas pria yang aktif dibeberapa organisasi.

Memang tidak cukup banyak orang mengenal sosok muda ini. Dari namanya orang akan mengira jika dia orang jahat. Tapi di lubuk hati yang paling dalam tersimpan mutiara kebaikan yang membuatnya tak berhenti membantu masyarakat dalam menangani masalah hukum.

Indonesia membutuhkan sosok seperti Jhonboy dan untuk memperbaiki hukum di Negeri ini kita butuh lebih dari 1 Jhon yang mendedikasikan dirinya untuk membangun kesadaran hukum pada masyarakat.

Maka hanya kepada para ahli hukum yang berintegritas dan berdedikasi tinggi masa depan penegakan hukum di Indonesia kita gantungkan.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Seputar Jakarta

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional